SuaraSumbar.id - Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di jalan Bukittinggi-Padang Panjang, Sumatera Barat. Sejumlah korban kecelakaan dan kendaraan yang terlibat sudah dievakuasi petugas kepolisian.
Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP Ghanda Novidiningrat mengatakan, kecelakaan terjadi pada Jumat (7/10/2022) malam tepatnya di kilometer 04 hanya beberapa meter dari persimpangan Pasar Padang Luar, Kabupaten Agam yang diawali oleh mobil truk yang mengalami rem blong.
Personel Satlantas Polres Bukittinggi bersama masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi terhadap para korban, satu di antaranya mengalami patah tulang leher dan harus dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.
"Ada sembilan korban mengalami luka dan memar dalam kejadian, beruntung tidak ada korban jiwa, satu orang korban atas nama Muriasman dirujuk ke RS M Jamil Padang karena cedera berat," katanya, Sabtu (8/10/2022).
Ghanda mengatakan, kecelakaan terjadi karena mobil truk dari arah Padang Panjang menuju Bukittinggi mengalami rem blong dan menabrak kendaraan yang melaju searah berada di depannya sebelum terhenti karena juga menghantam rumah dan warung milik warga.
"Karena rem blong pada truk nopol BG 8323 UD yang mengangkut biji sawit, sehingga menabrak Luxio B 1341 VVJ, Hiace BM 7033 TP, mobil Honda HRV BA 1562 ME serta sepeda motor BA 6215 ZN," kata dia.
Dari lokasi kejadian, Luxio terpelanting hingga ke seberang jalan, HRV dan Hiace rusak parah di seluruh bagian, sementara truk terjerembab ke dalam sebuah selokan.
Kecelakaan ini membuat kemacetan panjang dari dan menuju Kota Bukittinggi, Padang Panjang karena proses evakuasi dan keramaian warga yang melihat langsung di lokasi.
Luxio berhasil dievakuasi pertama kali, selanjutnya HRV dan sepeda motor dua jam setelah kejadian, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: 3 Narapidana Terlibat Peredaran Narkoba, Lapas Lubuk Basung di Agam Digeledah
"Sopir truk atas nama Edi Candra warga Pasaman Barat, sudah kami amankan, dia bersikap kooperatif dan menjelaskan semua kronologi," katanya.
Proses evakuasi sempat ricuh karena adanya oknum warga yang ketahuan melakukan pencurian telepon genggam milik salah satu korban yang tertinggal di salah satu mobil terlibat laka.
"Terekam kamera warga yang mendokumentasikan kejadian, warga sempat akan menghakimi karena kesal, beruntung cepat diamankan petugas kepolisian dan dibawa ke Polres," kata warga, Hendra.
Diketahui, truk sudah mengalami rem blong sejak satu kilometer dari lokasi tabrakan dan melaju kencang dengan oleng menghindari kendaraan lain yang melaju di hadapannya.
"Saya salah satu yang berhasil menghindari truk ini, saya melihat melaju sangat kencang dan oleng hingga kami terpaksa menepi mengelak, benar saja, itu rem blong dan kendaraan lain ikut tertabrak meski sopir truk sudah berusaha mengelak, mengerikan melihatnya," kata warga lainnya, Al. (Antara)
Berita Terkait
-
Kasus Positif Rabies di Limapuluh Kota Menurun
-
NasDem Deklarasi Anies Capres 2024, Pengamat: Langkah Cerdas Surya Paloh, Pemilih Prabowo di Sumbar Bakal Berpindah
-
Insiden Angkot Bawa 15 Penumpang Terbalik di Bukittinggi, Seorang Mahasiswi Meninggal Saat Dirawat di RS
-
Belasan Ekor Kambing Warga Solok Mati Tercabik-cabik, BKSDA Sumbar Belum Percaya Dimangsa Harimau: Mereka Tak Rakus!
-
Selamat, Atlet Sumbar Dapat Enam Medali Perunggu di Kejurnas Karate
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui