SuaraSumbar.id - Kasus warga negara asing (WNA) asal Iran yang melakukan pencurian di toko grosir kebutuhan pokok di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), ternyata tidak diproses hukum.
WNA yang merupakan satu keluarga ini melakukan pencurian dengan cara menghipnotis korban. Hasil berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, mereka mengakui tindakan hipnotis.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Zaenal Wahyudi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui alasan polisi tidak memproses kasus pencurian yang dilakukan WNA ini.
"Sempat ditahan (sebentar) pihak kepolisian sempat. (Kemudian) tidak tahu alasan (tidak diproses). Lalu diserahkan ke kami untuk dipulangkan," ujar Zaenal dihubungi SuaraSumbar.id, Selasa (20/9/2022).
Saat ini WNA tersebut dalam pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang. Dalam waktu dekat akan segera dideportasi ke negara asalnya.
"Mereka masih dalam pemeriksaan kami, sekarang di (kantor) Imigrasi. Dalam waktu dekat dideportasi, dalam minggu ini mungkin," katanya.
WNA asal Iran tersebut bernama Rouhollah (39), Azam (40) dan berinisial T (13).
Dari BAP yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, diketahui mereka ke Sumbar ingin berwisata, memiliki visa kunjungan. Mereka dari Jakarta ke Sumbar dengan menyewa mobil.
"Dia tujuan ke Indonesia berwisata sebenarnya. Dari Jakarta ke Sumbar. Mereka sewa mobil di Jakarta bersama istri dan satu orang anaknya. Ke Sumbar mengunakan jalur darat," jelasnya.
Baca Juga: Dalam 2 Pekan, Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 35 Kg Sabu ke Pulau Jawa
Kepada petugas, kata Zaenal, WNA ini mengaku khilaf sehingga nekad melakukan pencurian. Terdapat dua laporan polisi kasus pencurian yang dilakukan, di antaranya di Kecamatan Lengayang dan Basa Ampek Balai Tapan.
"Dia mengaku mencuri karena kekhilafan. Dia mengakui melakukan pencurian dengan modus hipnotis. Yang laki-laki bisa melakukan itu," ucapnya.
"Mereka sudah menganggu, meresahkan masyarakat dan ketertiban. Kami menindaklanjuti dengan deportasi mereka. Kemudian kami melakukan pendangkalan dan pencegahan agar tidak masuk lagi ke Indonesia," sambung Zaenal.
Sebelumnya, dari laporan dua polisi masing-masing korban kehilangan uang Rp 10 juta dan Rp 4 juta. Hasil penyelidikan, WNA tersebut akhirnya ditangkap di wilayah Kabupaten Ipuh, Muko-muko, Bengkulu.
Kasus pencurian yang dilakukan WNA ini sebelumnya ditangani oleh Polsek Lengayang. Kapolsek Lengayang Iptu Beny Hari Muryanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon perihal tidak diproses kasus pencurian tersebut.
Namun yang bersangkutan hingga berita ini ditayangkan tidak menjawab sambungan telepon. Begitupun terhadap Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Novianto Taryono.
Berita Terkait
-
"Jangan Sentuh WNA": China Peringatkan Warganya Usai Konfirmasi Kasus Pertama Cacar Monyet
-
Satu WNA Asal Turki Dideportasi Dari Palembang, Penyebabnya Karena Ini
-
WNA Sekeluarga yang Maling di Pesisir Selatan Ternyata Pakai Visa Kunjungan
-
WNA Asal Korea Selatan Coba Bunuh Diri Lompat dari Apartemen, Sempat Ancam Petugas Damkar dengan Senjata Tajam
-
Imigrasi Padang Lacak Izin WNA Sekeluarga yang Maling di Pesisir Selatan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap