Riki Chandra
Senin, 08 Agustus 2022 | 12:39 WIB
Camat Payakumbuh Timur dicopot usai konten ala-ala Citayam Fashion Week buatannya dikecam MUI. (Instagram/@lambe_turah)

SuaraSumbar.id - Seorang Camat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), dicopot dari jabatannya gara-gara ikut-ikutan bergaya ala Citayam Fashion Week yang viral beberapa waktu lalu.

Kabar pencopotan itu dibeberkan oleh akun TikTok @dewi.centong yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @lambe_turah. "Gara Gara Komen, Eh Gara Gara Konten," tulis @lambe_turah dikutip SuaraSumbar.id, Senin (8/8/2022).

Lewat akun media sosialnya, Camat Payakumbuh Timur bernama asli Dewi Novita itu mengatakan, niatnya mengadaptasi Citayam Fashion Week di daerahnya malah berujung pencopotan dari jabatan.

"Aku seorang Camat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pernah ikutan membuat video viral ala-ala Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week," katanya.

Ia mengaku hanya berniat membuat konten, tanpa maksud melanggar norma-norma agama atau adat istiadat setempat.

"(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh," sambungnya.

Kecaman MUI Kota Payakumbuh itu yang dinilai Dewi menjadi penyebab dirinya dicopot dari jabatan Camat Payakumbuh Timur.

"Karier yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara-gara komen MUI yang sangat tidak objektif. Dengan melaporkan aku ke Walikota Payakumbuh dan akhirnya aku di berhentikan jadi Camat di Payakumbuh Timur," katanya.

"Terima kasih MUI Kota Payakumbuh, sudah membuat hancur semua impian aku. Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak di komen sama sekali," katanya lagi.

Baca Juga: Ikut Citayam Fashion Week, Pejabat Ini Dicopot dari Jabatannya

Ia mengaku terinspirasi dari aksi Wali Kota Pariaman, Genius Umar, beserta istri yang pernah menjajal Citayam Fashion Week sambil mengenakan sulaman khas kota setempat.

"Dari sinilah Iwi terinspirasi buat ala-ala itu yang lagi viral, namun bukan di Jakarta sana, cukup di Simpang Benteng aja, yang mana Simpang Benteng juga salah satu tempat bersejarah di Kota Payakumbuh dengan menampilkan Tenun Balai Panjang," jelas Dewi di caption unggahannya.

Konten ini yang kemudian mendapat kecaman dari MUI Payakumbuh. MUI Payakumbuh menilai konten tersebut tidak sesuai dengan norma agama dan adat istiadat yang berlaku.

"Jangan latah mengikuti apa yang sedang tren/viral, karena ibu adalah pejabat publik yang akan menjadi contoh/tauladan bagi masyarakat," tutur MUI Payakumbuh mengomentari konten tersebut.

MUI Payakumbuh juga menyoroti gaya berpakaian Dewi meski yang bersangkutan telah mengenakan jilbab.

"Apalagi model fashion yang Ibu ikuti tersebut adalah tabarruj orang-orang jahiliyah yang dikecam dalam Syari'at (QS al-Ahzab: 33)," sambungnya.

Load More