Suhardiman
Senin, 22 Juni 2026 | 11:44 WIB
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Agam Helton. ANTARA/Yusrizal. (Upaya peningkatan pendapatan daerah)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Agam mencatatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp92,08 miliar selama periode Januari hingga Juni 2026.
  • Perolehan tersebut berasal dari berbagai sektor pajak daerah yang secara total telah mencapai 42,02 persen dari target.
  • Realisasi pendapatan tahun ini diproyeksikan meningkat dibandingkan capaian pada periode yang sama di tahun 2025 lalu.

SuaraSumbar.id - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk periode Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp92,08 miliar.

"Realisasi PAD kita Rp92,08 miliar dari target Rp219,16 miliar atau 42,02 persen," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Agam Helton, Senin, 22 Juni 2026.

PAD tersebut bersumber dari pajak daerah dengan realisasi Rp38,28 miliar dan target Rp95,08 miliar atau 40,26 persen.

Pajak reklame dengan realisasi Rp449 juta dan target Rp1,05 miliar atau 47,55 persen. Kemudian, pajak air tanah dengan realisasi Rp239,72 juta dan target Rp500 juta atau 47,95 persen.

Pajak mineral bukan logam dan batuan dengan realisasi Rp233,31 juta dan target Rp1,4 miliar atau 16,67 persen.

Sedangkan pajak bumi, bangunan, pedesaan dan perkotaan dengan realisasi Rp653,11 juta dan target Rp11,5 miliar atau 5,68 persen.

Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dengan realisasi Rp6 miliar dan target Rp10,2 miliar atau 58,84 persen. Opsen pajak kendaraan bermotor dengan realisasi Rp11,42 miliar dan target Rp26,05 miliar atau 43,86 persen.

Opsen bea balik nama kendaraan bermotor dengan realisasi Rp4,43 miliar dan target Rp13,96 miliar atau 31,74 persen.

Kemudian, pajak barang jasa tertentu dengan realisasi Rp14,79 miliar dan target Rp30,22 miliar atau 48,96 persen dan lainnya.

"Masih ada waktu selama enam bulan lebih lagi untuk merealisasikan PAD tersebut," ujarnya.

Realisasi PAD triwulan dua dari Januari-Juni bakal terjadi peningkatan dibandingkan realisasi triwulan dua tahun sebelumnya.

Realisasi triwulan dua pada 2025 hanya Rp97,27 miliar dari target Rp207,81 miliar atau 46,81 persen dan triwulan dua pada 2024 hanya Rp86,82 miliar dari target Rp219,61 miliar atau 39,54 persen.

Namun realisasi triwulan dua sampai 20 Juni 2026 sudah mencapai Rp92,08 miliar dan belum termasuk dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Seandainya estimasi penerimaan untuk 10 hari kedepan dan ditambah dengan dana BLUD sekitar Rp7 miliar lebih, maka untuk realisasi akan meningkat dari 2025 menjadi Rp99,08 miliar.

"Ada peningkatan dari tahun lalu sekitar Rp2 miliar, karena pada tahun lalu realisasi hanya Rp97,27 miliar," katanya.

Load More