- Bupati Agam menyalurkan bantuan jaminan hidup senilai Rp11,06 miliar bagi 8.195 warga terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
- Pemerintah menyalurkan santunan duka sebesar Rp3,04 miliar bagi 203 korban meninggal dunia dan bantuan bagi korban luka berat.
- Berbagai bantuan kebutuhan pokok dan peralatan evakuasi senilai miliaran rupiah telah didistribusikan kepada korban melalui berbagai skema penyaluran.
SuaraSumbar.id - Bupati Agam Benni Warlis mengatakan menyalurkan bantuan jaminan hidup (Jadup) mencapai Rp11,06 miliar.
Dana itu diperuntukkan bagi 8.195 warga terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
"Mereka berasal dari 2.313 kepala keluarga di 12 kecamatan," katanya melansir Antara, Senin, 22 Juni 2026.
Benni menyampaikan itu saat rapat paripurna DPRD Agam terkait nota jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Agam terhadap Rencana Peraturan Daerah Agam tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Benni mengatakan penyaluran bantuan jaminan hidup tersebut melalui PT Pos Indonesia. Masing-masing jiwa mendapatkan bantuan jaminan hidup Rp15 ribu per hari selama tiga bulan.
"Bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial dan langsung diserahkan kepada korban," ujarnya.
Untuk bantuan santunan duka telah disalurkan sebesar Rp3,04 miliar untuk korban meninggal dunia sebanyak 203 orang.
Setiap korban meninggal, tambahnya mendapatkan bantuan senilai Rp15 juta.
"Santunan itu kita salurkan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta per jiwa," katanya.
Setelah itu, penyaluran santunan uang duka untuk korban luka berat bencana hidrometeorologi sebesar Rp1,05 miliar untuk 105 orang dengan bantuan Rp5 juta per jiwa.
Lalu penyaluran bantuan paket permakanan siap saji, peralatan evakuasi sedang dan perlengkapan keluarga senilai Rp1,05 miliar.
Bantuan bahan kebutuhan pokok 3.000 paket senilai Rp1,05 miliar dan bantuan dari Pemprov Sumbar berupa beras sebanyak 3.000 kilogram yang disalurkan melalui Bulog.
Berita Terkait
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer
-
Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?
-
Pengetahuan Adat tentang Bencana Masih Hidup di Mentawai, Mengapa Belum Jadi Kebiasaan?
-
Fenomena Sinkhole di Aceh Tengah, Tanah Seluas 3 Hektare Amblas
-
Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu
-
Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM
-
BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School
-
Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui
-
Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup