Usmar Ismail dianggap sebagai pelopor perfilman di Indonesia. Dirinya dikenal sebagai pelopor drama modern di Indonesia dan juga bapak film Indonesia.
Usmar meninggal dunia karena stroke. Tahun 1962 ia mendapatkan piagam Wijayakusuma dari Presiden Soekarno. Pada tahun 1969 ia menerima Anugerah Seni dari Pemerintah RI.
Namanya ada sebagai pusat perfilman Jakarta, yakni Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Selain itu, sebuah ruang konser di Jakarta, yakni Usmar Ismail Hall, merupakan tempat pertunjukan opera, musik, dan teater, yang terinspirasi sesuai namanya.
Pada 20 Maret 2018, Google merayakan ulang tahunnya yang ke-97 dengan Google Doodle. Pada 30 Oktober 2021, Ia mendapat anugerah gelar pahlawan nasional.
Ia diabadikan dalam prangko 700 keluaran 1997
5. Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir adalah seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947. Sjahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia pada tahun 1948.
Ia meninggal dalam pengasingan sebagai tawanan politik dan pemakamannya ada di TMP Kalibata, Jakarta. Sutan Sjahrir sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 April 1966 melalui Keppres nomor 76 tahun 1966. Sebagai pahlawan asal Sumbar, ia ada dalam prangko 15 keluaran 1969. Selain itu juga ada prangko cetakan Vienna bergambar Sjahrir 3,5 S.
Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta merupakan negarawan dan ekonom Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pertama. Hatta terkenal akan komitmennya pada demokrasi. Ia mengeluarkan Maklumat X yang menjadi tonggak awal demokrasi Indonesia.
Baca Juga: Keluarga Sebut Istri Irjen Ferdy Sambo Punya Panggilan Khusus untuk Brigadir J dari Ucapan Ultah Ini
Pada bidang ekonomi, pemikiran dan sumbangsihnya terhadap perkembangan koperasi membuat ia mendapat julukan sebagai Bapak Koperasi. Prangko peringatan 100 tahun bung Hatta terbit tahun 2002 dengan nominal Rp 1500.
7. Mohammad Natsir
Mohammad Natsir merupakan seorang ulama, politikus, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia.
Natsir lahir dan besar di Solok, sebelum akhirnya pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan kemudian mempelajari ilmu Islam secara luas pada perguruan tinggi. Fotonya ada dalam prangko tahun 2011 PT Pos Indonesia seri pahlawan nasional dengan nominal Rp 2.500.
Tag
Berita Terkait
-
Menilik Sejarah Bangsa, 5 Rekomendasi Museum di Kota Pahlawan
-
Ajang Pencarian Pahlawan Digital UMKM Kembali Digelar
-
6 Potret Rania Maheswari Yamin, Cicit Pahlawan Mohammad Yamin yang Diduga Dekat dengan Jefri Nichol
-
Miris, Banyak Masyarakat Tak Kenal Pahlawan Nasional, Sejarawan Ini Bagikan Tanggapannya!
-
Presiden Timor Leste Ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Kupang, Doakan Mantan Gubernur Timor Timur
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah