-
Komnas Perempuan desak polisi usut tuntas penganiayaan lansia Pasaman.
-
Kasus dipicu penolakan tambang ilegal di bantaran sungai.
-
DPR soroti perlindungan korban dan transparansi penegakan hukum.
SuaraSumbar.id - Kasus penganiayaan Nenek Saudah di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), menjadi sorotan serius di tingkat nasional.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas perkara kekerasan yang menimpa seorang lansia perempuan tersebut. Desakan itu disampaikan langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta.
Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor menegaskan, penanganan penganiayaan Nenek Saudah harus dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan tanpa intervensi pihak mana pun.
Ia meminta Polres Pasaman dan Polda Sumbar memastikan seluruh pelaku pengeroyokan diproses hukum, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat namun belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Polres Pasaman dan Polda Sumbar agar mengusut tuntas seluruh pelaku pengeroyokan, termasuk pelaku lain yang belum ditetapkan sebagai tersangka, memastikan bahwa orang yang datang dan menyerahkan diri serta mengaku sebagai pelaku pengeroyokan adalah benar sebagai pelaku,” kata Maria Ulfah Anshor, Selasa (3/2/2026).
Dalam RDP tersebut, Komnas Perempuan juga menyoroti pentingnya jaminan keadilan bagi korban dalam kasus penganiayaan Nenek Saudah. Aparat penegak hukum diminta menjamin proses penyidikan berjalan terbuka dan bebas dari kepentingan ekonomi pemilik modal pertambangan.
Selain itu, perlindungan saksi dan korban, termasuk keamanan selama proses hukum berlangsung, menjadi perhatian utama.
“Menelusuri dan menindak aktivitas tambang ilegal sebagai konteks utama terjadinya kekerasan, memastikan pemulihan korban berdasarkan Undang-undang Perlindungan Saksi dan Korban, termasuk rehabilitasi medis dan psikososial,” kata Maria Ulfah Anshor.
Diketahui, Saudah merupakan seorang perempuan lanjut usia yang sejak 2023 secara konsisten menolak aktivitas tambang ilegal di bantaran Sungai Batang Sibinai, Kabupaten Pasaman. Penolakan tersebut didasari kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan serta ancaman terhadap lahan miliknya.
“Korban secara konsisten menolak dan melarang aktivitas tambang, karena mengancam lingkungan dan lahan miliknya, berpotensi merusak batu besar yang disakralkan sebagai pelindung desa dari banjir,” ujar Maria Ulfah Anshor.
Hingga kini, Polres Pasaman telah menetapkan satu orang tersangka berinisial IS alias MK dalam kasus penganiayaan Nenek Saudah. Namun, Komnas Perempuan menilai pengusutan perkara ini belum selesai dan perlu pendalaman lebih lanjut, terutama terkait dugaan keterkaitan aktivitas tambang ilegal sebagai latar belakang kekerasan terhadap korban lansia tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Tak Cuma Cibinong, DPR Desak Bangunan Tak Sesuai di Seluruh Lapas Dibongkar
-
Soroti RUU Perampasan Aset, Pakar Ingatkan Kerugian Bisnis Belum Tentu Pidana
-
Anggota DPR PKS Cecar Kalapas Cibinong Soal Hilangnya Fasilitas Mewah
-
Ombudsman RI Absen Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Rapat Komisi XIII DPR
-
DPR Gelar RDP Hari Ini, Panggil Kalapas Soal Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi