-
Huntara Sumbar ditargetkan siap sebelum Ramadhan 1447 Hijriah.
-
Pembangunan huntara dipercepat di Agam dan Tanah Datar.
-
Pemprov Sumbar siapkan Rp21,44 triliun untuk pemulihan bencana.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menargetkan seluruh penyintas banjir bandang dan tanah longsor di berbagai daerah terdampak dapat segera menempati huntara Sumbar sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Target tersebut menjadi fokus utama percepatan pemulihan pascabencana yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan agar pembangunan huntara Sumbar bisa rampung tepat waktu sehingga masyarakat terdampak tidak lagi tinggal di lokasi darurat saat bulan puasa tiba.
"Kita berharap dan berupaya seluruh penyintas banjir bandang sudah menempati huntara sebelum Ramadhan 1447 Hijriah," kata Arry Yuswandi, Selasa (3/2/2026).
Menurut Arry, pembangunan huntara Sumbar saat ini dikebut melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Danantara, serta dukungan TNI dan Polri. Fokus pembangunan berada di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, serta sejumlah titik lain yang terdampak cukup parah.
"Sebagian sudah bisa ditempati masyarakat, dan sebagian lagi masih terus berproses yang kita harapkan selesai menjelang bulan puasa," kata dia.
Namun demikian, Arry juga menyoroti persoalan teknis yang sempat muncul di salah satu lokasi hunian sementara. Ia menyinggung huntara Sumbar di Jorong Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang dilaporkan sempat mengalami genangan banjir setelah mulai dihuni warga.
"Kita meminta harus ada antisipasi dari pemerintah daerah agar huntara yang ditempati masyarakat tidak lagi kebanjiran," ucap dia.
Terpisah, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan memprioritaskan wilayah terdampak bencana sebagai tujuan utama pelaksanaan Safari Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi langsung terhadap proses pemulihan pascabencana, termasuk kesiapan huntara Sumbar.
"Safari Ramadhan tahun ini diarahkan ke daerah-daerah terdampak bencana agar kita melihat dan merasakan langsung sejauh mana tingkat pemulihan di berbagai daerah terdampak," kata Mahyeldi.
Sebagai tambahan informasi, Pemprov Sumbar mencatat kebutuhan anggaran pascabencana mencapai Rp21,44 triliun. Anggaran tersebut dibutuhkan untuk memenuhi berbagai keperluan pemulihan di 16 kabupaten dan kota yang terdampak bencana pada akhir November 2025.
Kebutuhan anggaran itu direncanakan dipenuhi secara bertahap dan terstruktur agar pemulihan berjalan optimal dan tepat sasaran. Dari sisi kewenangan, kebutuhan pascabencana dibagi dalam tiga tingkatan pemerintahan, yang seluruhnya mendukung percepatan penyediaan huntara Sumbar bagi penyintas banjir dan longsor. (Antara)
Berita Terkait
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi