- Pembebasan lahan Sitinjau Lauik ditargetkan selesai Maret 2026.
- Proyek jalan layang bernilai Rp 2,79 triliun berbasis KPBU.
- Kendala lahan bukan soal harga, melainkan kepemilikan.
SuaraSumbar.id - Pembebasan lahan untuk flyover Sitinjau Lauik ditargetkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) rampung pada Maret 2026. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan Flyover atau Jalan Layang Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok dan daerah sekitarnya.
Proyek strategis bernilai investasi Rp 2,79 triliun ini digadang-gadang menjadi solusi permanen bagi jalur ekstrem yang selama ini rawan kecelakaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan pembebasan lahan Sitinjau Lauik menjadi fokus utama pemerintah daerah agar pengerjaan fisik jalan layang dapat segera dimulai sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.
"Target kita kalau bisa pembebasan lahan Sitinjau Lauik itu sudah selesai pada Maret 2026," kata Sekda Sumbar, Arry Yuswandi, Selasa (3/2/2026).
Arry menyampaikan hal tersebut saat menanggapi perkembangan pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik, yang merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Ia menegaskan, pemerintah provinsi akan bekerja optimal menyelesaikan berbagai kendala yang masih menghambat pembebasan lahan Sitinjau Lauik.
Menurut Arry, keterlambatan pembebasan lahan berpotensi berdampak langsung terhadap jadwal pengerjaan fisik jalan layang. Oleh sebab itu, pemerintah terus melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait agar proses pembebasan lahan dapat dipercepat.
Ia juga memastikan bahwa kendala pembebasan lahan tidak berkaitan dengan besaran nilai ganti rugi yang harus dibayarkan kepada masyarakat.
"Saya pastikan bukan karena harga tetapi lebih kepada siapa yang berhak menerima, dan masalah kepemilikan lahan itu sendiri," kata dia.
Meski demikian, Arry tidak merinci luasan lahan yang masih terkendala. Ia mengklaim sebagian besar lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik telah berhasil dibebaskan oleh pemerintah daerah.
Dukungan percepatan penyelesaian pembebasan lahan Sitinjau Lauik juga datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade. Ia meminta pemerintah provinsi segera menuntaskan persoalan lahan mengingat kesiapan badan usaha pelaksana proyek.
Andre menyebutkan proyek Jalan Layang Sitinjau Lauik dikerjakan langsung oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dan telah siap dari sisi anggaran. Namun, progres pembangunan masih tertahan akibat proses pembebasan lahan yang belum sepenuhnya selesai.
Proyek Flyover Panorama I ini dirancang untuk menjawab karakteristik ekstrem kawasan Sitinjau Lauik, mulai dari kemiringan curam, tikungan tajam, hingga potensi bencana alam.
Selain meningkatkan keselamatan lalu lintas, proyek senilai Rp2,79 triliun tersebut diharapkan memperlancar distribusi hasil bumi dan logistik dari Sumbar ke berbagai provinsi tetangga. (Antara)
Berita Terkait
-
7 Lagu Mudik Padang Terpopuler yang Wajib Masuk Playlist Lebaran
-
Tarif Tol Padang-Sicincin untuk Semua Golongan Kendaraan, Ini Rinciannya
-
Masalah Imran Nahumarury dengan Malut United, Kini Resmi Jadi Pelatih Semen Padang
-
Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain
-
Pelatih Semen Padang FC Dejan Antonic Dipecat Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Bandara Internasional Minangkabau Layani 33 Penerbangan Sehari, Didominasi Rute Jakarta
-
Rekayasa Arus Sumbar-Riau Diperpanjang hingga Malam Ini, Polisi Fokus Antisipasi Lonjakan Arus Balik
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari