-
Sekolah dan rumah warga di Pasaman Barat terancam runtuh akibat abrasi sungai.
-
Perubahan aliran sungai dipicu banjir dan hujan ekstrem.
-
Warga desak pemerintah segera normalisasi aliran sungai.
SuaraSumbar.id - Batang Kenaikan Pasaman Barat kini menjadi ancaman serius bagi warga Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
Perubahan aliran sungai akibat curah hujan tinggi dan banjir berulang membuat satu unit sekolah dan puluhan rumah di bantaran sungai terancam ambruk sewaktu-waktu.
Tidak hanya menghantui warga, tetapi juga dunia pendidikan. Satu bangunan sekolah MTsN 07 Pasaman Barat berada tepat di bibir sungai yang terus tergerus arus deras.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam masyarakat setempat, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Warga menyebut perubahan aliran Batang Kenaikan Pasaman Barat mulai terasa signifikan sejak banjir besar yang kerap terjadi pada akhir November 2025 lalu. Dampak banjir menyebabkan tebing sungai terkikis, membuat fondasi bangunan sekolah dan rumah warga semakin rapuh.
"Jika dibiarkan maka satu unit sekolah MTsN 07 Pasaman Barat dan puluhan rumah di sekitar itu akan ambruk ke dalam sungai. Ini harus menjadi perhatian serius," kata salah seorang warga, Suip Nasution, Selasa (3/2/2026).
Menurut Suip, ancaman tersebut tidak berhenti pada bangunan sekolah dan permukiman. Ratusan hektare sawah milik warga juga terdampak akibat rusaknya aliran sungai dan fasilitas penunjang pertanian. Kondisi ini membuat masyarakat cemas karena lahan pertanian menjadi sumber utama penghidupan mereka.
"Selain mengancam sekolah dan rumah warga juga ratusan hektare sawah dan fasilitas penunjang pertanian di lokasi tersebut juga mengalami kerusakan," katanya.
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai mengaku hidup dalam ketakutan. Setiap hujan deras turun, mereka sulit tidur karena khawatir hantaman air akan merobohkan bagian belakang rumah.
"Hantaman air cukup keras dan dikhawatirkan bisa menjatuhkan bagian belakang rumah mereka ke tebing dan hanyut," katanya.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan normalisasi Batang Kenaikan Pasaman Barat serta memperbaiki penahan tebing di sekitar permukiman dan sekolah.
"Jika tidak segera ditangani maka khawatir peralihan aliran sungai akan menimbulkan permasalahan baru serta merusak lahan pertanian yang menjadi sumber pendapatan warga sekitar," katanya.
Sementara itu, Pejabat Wali Nagari Seberang Kenaikan, Gafarli, membenarkan pihaknya telah melaporkan kondisi Batang Kenaikan Pasaman Barat kepada pemerintah kabupaten.
"Kita telah melaporkan ke pemerintah kabupaten. Mudah-mudahan bisa menjadi atensi kedepannya. Kalau dibiarkan akan berdampak besar bagi masyarakat," sebutnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Refleksi Lagu Runtuh: Ketika "Baik-baik Saja" Jadi Kebohongan Paling Melelahkan
-
Pramono Patok Target 633 Rumah Warga Jakarta Direnovasi Sepanjang 2026, Sumber Dananya dari Sini
-
Rumah yang Hampir Runtuh: Pelajaran Hidup dari Cicilan Rumah yang Menjerat
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Isbat Penetapan Idul Adha Digelar 17 Mei 2026
-
Telan Satu Korban Jiwa, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landia Agam
-
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09 Persen pada Triwulan I 2026
-
Dramatis! Pekerja Bangunan Tersengat Listrik di Agam, Diselamatkan Aksi Cepat Polisi dan Damkar
-
Waspada Virus Hanta: Cara Penularan hingga Pencegahan yang Harus Diketahui