SuaraSumbar.id - Dalam konsep tatanan adat Minangkabau, perempuan memiliki posisi strategis. Kaum ibu tidak sekadar sebagai penerus keturunan, namun juga berfungsi sebagai Limpapeh Rumah Gadang (tiang utama), serta kunci dari sako dan pusako keluarga kaumnya.
Menurut Dewan Pakar LKAAM Sumatera Barat (Sumbar), Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan, pada waktunya perempuan di Minang akan menjadi Bundo Kanduang. Sebutan itu merupakan posisi tertinggi dan mulia bagi perempuan Minang.
"Perempuan menjadi benteng terakhir dalam memelihara dan mengembangkan adat dan budaya Minang. Ini harus terus dijaga," kata Zaitul ketika menjadi pembicara dalam Bimtek Peningkatan Kapasitas Bundo Kanduang di Sumbar di Hotel ZHM Padang, Kamis (30/6/2022).
Di tengah era globalisasi dan kemajukan teknologi informasi, perempuan Minang harus tetap menjaga maruahnya agar tidak terkikis peradaban manusia yang terus bergerak maju. "Perempuan Minang harus tetap kokoh dengan jati dirinya di tengah perubahan sosial budaya era digital ini," katanya di hadapan ratusan bundo kanduang dari berbagai daerah.
Dewan Pakar Bundo Kanduang Sumbar itu mengatakan, banyak hal yang bisa memudarkan peran perempuan Minang dalam berinteraksi karena semua serba digital. Kemudahan teknologi ini juga memungkinkan masuknya budaya luar dengan sangat cepat.
"Berkembangnya gaya hidup kebarat-baratan, pergaulan bebas dan tren model pakaian yang tidak sesuai dengan adat dan budaya. Ini adalah satu dampak dari perubahan sosial budaya yang disalurkan lewat berbagai media digital," katanya.
Sebetulnya, kata Zaitul, era digital juga baik untuk menguatkan eksistensi perempuan Minang. Dengan catatan, mengadopsi budaya yang baik dan tidak meninggalkan jati diri sebagai perempuan Minang. Selain itu, perempuan juga harus menambah wawasan dan pengetahuannya tentang budaya.
"Kuncilnya menyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan agama, ideologi bangsa dan nilai-nilai adat Minangkabau," katanya.
Dia berharap, ke depan perempuan-perempuan Minang tumbuh cerdas dan bijak menyikapi perubahan sosial budaya yang akan terus bergerak maju. Intinya, semaju apa pun, tetap berpegang pada falsafah hidup di Minangkabau yakni Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Baca Juga: KPU Sumbar Usul Anggaran Pilkada 2024 Rp 154 Miliar, Naik dari Pilkada 2020
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 120 orang bundo kanduang yang berasal dari berbagai daerah kabupaten dan kota di Sumbar. Selain itu, juga hadir dari bundo kanduang dari rantau; Jambi, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung dan Jakarta.
Menurut Syaifullah, kegiatan ini bertujuan agar bundo kanduang betul-betul memahami peran dan fungsinya sebagai penjaga budaya di Minangkabau. Tidak saja bundo kanduang yang berada di Sumbar, namun juga di daerah rantau harus saling bersinergi.
"Semoga semangat dan nilai-nilai tentang peran Bundo Kanduang ini terus diwariskan kepada perempuan generasi Minang di masa depan. Gubernur Sumbar sangat komitmen mendukung pelestarian budaya dan peran dari pelakunya sendiri," katanya.
Berita Terkait
-
Seabrek Alasan Mundurnya 6 CPNS Pemprov Sumbar
-
2.032 Ekor Sapi di Sumbar Diduga Terjangkit PMK
-
Bukan Soal Gaji, 6 CPNS Pemprov Sumbar Mundur Gegara Penempatan Jauh dan Tidak Sesuai
-
Pemprov Sumbar Petakan Potensi Kerjasama Daerah, Targetnya Harus Saling Menguntungkan
-
Mewariskan Silek untuk Generasi Muda, Cara Pemprov Sumbar Menjaga Tradisi Minangkabau
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Danantara dan BRI Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Indonesia
-
HUT ke-81 RI, Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Lembah Harau Sumbar
-
Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau
-
Di Tengah Gempa Bumi Flores, BRI Jaga Layanan Perbankan dan Pastikan Bantuan BRI Peduli Hadir
-
BRI KKB Expo 2026, Kesempatan Baru Miliki Mobil Impian