SuaraSumbar.id - Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Najmuddin Rasul memprediksi tiga poros politik akan lahir pada Pilpres 2024. Kondisi terlihat dari dinamika politik nasional yang terus dinamis.
Menurutnya, nama-nama calon yang populer menjadi Capres dan Cawapres tidak akan berubah dari tokoh-tokoh yang muncul saat ini. Seperti nama Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Puan Maharani hingga Muhaimin Iskandar.
Persoalannya, ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) pada Pilpres masih 20 persen. Lantas, jika koalisi dipecah-pecah, maka hanya tiga poros yang akan tercipta.
"Potensinya tiga poros," kata dosen Ilmu Komunikasi itu, Selasa (24/5/2022).
Najmuddin memprediksi bahwa koalisi Golkar, PPP dan PAN merupakan koalisi 'istana' yang akan mengantarkan Erick-Ganjar menjadi Capres dan Cawapres 2024. Potensi koalisi ini erat kaitannya dengan keselamatan program Presiden Jokowi pasca 2024.
Kemudian, akan hadir koalisi Gerindra, PKS, Nasdem dan Demokrat yang diyakini akan mengusung pasangan Anies-Sandi. Ketiga baru koalisi PDIP dan PKB yang akan mengusung Puan Maharani dengan Muhaimin Iskandar.
"Dari tiga poros prediksi saya ini, yang berpeluang besar itu Anies-Sandi. Ini merujuk pada hasil Pilkada DKI sebelumnya dan DKI itu repsentasi pemilih nasional," katanya.
Najmuddin meragukan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto akan kembali bertarung di Pilpres 2024, meski pun dalam banyak hasil survei nama Prabowo masih tetap menjadi yang teratas.
"Saya pikir Prabowo akan jadi king maker saja. Kalau digembar-gemborkan untuk maju lagi di Gerindra, saya rasa itu strategi dan skenario politik," pungkasnya.
Baca Juga: Elektabilitas Tinggi, Demokrat DKI Jakarta Sarankan Anies Masuk Partai
Tag
Berita Terkait
-
Pengamat Nilai Puan Lebih Baik Tak Maju di Pilpres 2024
-
Hasil Survei Belum Sampai 5 Persen, Puan Maharani Disebut Lebih Baik Jadi Sosok Negarawan
-
Sempat Disentil 'Copras-Capres', Ganjar Pranowo Langsung Lakukan Ini Atasi Banjir Rob di Kawasan Pantura
-
Minta Ganjar Pranowo Stop Pencitraan, Pengamat Politik: Selesaikan Dulu Kasus di Desa Wadas
-
Sebut PDIP Dekati Erick Thohir untuk Pilpres 2024, Pengamat: Tidak Ada Salahnya Deklarasi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia
-
BRI Borong Enam Penghargaan di Asia's Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Truk Rem Blong Kecelakaan di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional
-
BRI Perkuat Ekosistem Digital Bisnis lewat Pembaruan Qlola New Skin