Riki Chandra
Rabu, 02 Februari 2022 | 07:15 WIB
Transformasi Dorce Gamalama. (Instagram/dg_kcp)

Tahun 1990, Dorce mendapat tawaran main film. Tanpa disadari, ia menandatangani kontrak di dua film sekaligus sehingga nyaris membuatnya masuk pengadilan. Untungnya, di antara kedua produser (Parkit Film dan Bola Dunia Film) bersedia diajak damai, sehingga bisa diselesaikan secara baik-baik. Kedua perusahaan tersebut bekerja sama membuat dua film sekaligus dengan pemeran utamanya Dorce, yaitu Dorce Sok Akrab dan Dorce Ketemu Jodoh.

Selain mampu menyanyikan berbagai lagu yang benar dalam berbagai irama (jazz, cha-cha, rock, pop, dangdut, dan sebagainya), Dorce juga fasih membawakan lagu dalam berbagai bahasa asing, seperti Inggris, Tionghoa, Belanda, Jerman, Prancis, Arab, India.

Di layar kaca, Dorce dikenal publik saat memandu acara di Trans TV bertajuk Dorce Show sejak Januari 2005. Bahkan, Dorce kerap disebut sebagai Oprah Winfrey-nya Indonesia berkat gaya dalam membawakan gelar wicara tersebut dengan sangat menarik. Acara tersebut kemudian dihentikan penayangannya pada April 2009 dan diganti dengan D'Show. Sebelumnya, Dorce pernah pula menjadi pembawa acara Kencan di Indosiar bersama Eko Patrio sejak tahun 2002 hingga 2005.

Berbagai prestasi telah diraih oleh Dorce, antara lain keberhasilannya masuk dalam daftar presenter papan atas Indonesia. Dorce bahkan mencatatkan namanya dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran berhasil meluncurkan sembilan album sekaligus hanya dalam waktu lima bulan sejak November 2005 hingga Maret 2006. Album yang melibatkan 74 artis itu, menempatkan Dorce masuk di posisi 1883 dalam daftar penerima penghargaan MURI.

Kontroversi Soal Pemakaman

Nama Dorce kembali menjadi perbincangan publik saat ia terbaring sakit. Berbagai kalangan pun datang menjenguknya. Mulai dari pejabat negara hingga rekan-rekannya sesama artis.

Dorce Gamalama juga pernah menyatakan bahwa kelak jika meninggal dunia, dia ingin dimakamkan sesuai jenis kelaminnya saat ini, yakni perempuan. Lantas, pernyataan yang seperti wasiat itu dikomentari banyak pihak, termasuk sejumlah ustaz.

Mendengar pandangan ustaz, Dorce meminta para ustaz dan kyai tidak perlu memusingkan kematiannya dan dimakamkan dengan cara apa anti. Dia meminta pemuka agama Islam tidak berkomentar kurang baik dengan kematiannya.

"Kyai dan ustaz-ustaz yang telah menerangkan keadaan mati saya, siapa yang akan memandikan saya, siapa yang akan mengubur saya, biarkan lah keluarga saya yang nanti akan mengurusnya," katanya, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Minggu (30/1/2022).

Baca Juga: Pengakuan Dorce Gamalama yang Makin Percaya Diri Sejak Operasi Alat Kelamin dan Resmi Jadi Wanita

Dalam pandangannya, biarlah nanti urusan kematiannya itu keluarganya saja yang urus. Mau diurus kayak apapun biarlah orang dekatnya yang mengaturnya. Pemuka agama Islam nggak usah khawatir.

"Kain kafannya 7 lapis, 8 lapis, saya serahkan kepada yang mengurus. Yang ngurus mau laki-laki boleh, perempuan boleh, laki perempuan boleh, siapa saja boleh yang memandikan saya," kata Dorce.

Dorce meminta pemuka agama Islam yang terkenal untuk berhenti dong ngomongin yang minus soal kematiannya sebagai transgender.

Dorce Gamalama (YouTube.com)

"Jadi kyai-kyai yang sudah terkenal sekali pun, jangan memberikan komentar yang kurang baik. Harusnya anda seorang kyai memberikan suguhan dan juga imbauan kepada seseorang siapapun. Karena saya juga manusia mempunyai tanggung jawab hidup dan mati saya," kata dia.

Sebelumnya, ustaz Khalid Basalamah dalam tayangan youtube Kebumen mengaji menerima pertanyaan dari jemaahnya seputar hukum Islam bagi para transgender menyangkut orang yang memandikan jenazah.

Ustaz Basalamah tidak spesifik merespons soal wasiat Dorce yang ingin dimakamkan sebagai perempuan. Dia menjawab bahwa jika memandikan transgender harus kembali kepada jenis kelamin saat lahir.

Load More