Lampu lalu lintas yang rusak terlihat di jalan setelah gempa bumi melanda kota Iwate, Prefektur Iwate, Jepang dalam foto yang diambil oleh Kyodo ini pada Rabu (6/10/2021). [Dok.Antara]
SuaraSumbar.id - Ratusan ribu warga Jepang diminta mengungsi pada Minggu (16/1/2022). Hal ini dipicu peringatan tsunami pasca terjadinya gelombang setinggi satu meter yang menghantam kawasan pesisir.
Menurut laporan stasiun penyiaran nasional Jepang NHK, kejadian itu disebabkan erupsi gunung berapi bawah laut di lepas pantai Tonga yang memicu peringatan tsunami.
Sekitar 230.000 orang disarankan untuk mengungsi di enam prefektur lantaran risiko tsunami.
Peringatan itu termasuk area yang dihantam tsunami mematikan pada 2011.
Sebanyak 10 perahu terbalik di Prefektur Kochi di Pulau Shikoku, Jepang selatan, kata NHK.
Sementara itu, maskapai Japan Airlines membatalkan 27 penerbangan di bandara di seluruh Jepang. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Naomi Osaka Jadi Atlet Putri Berpenghasilan Tertinggi versi Forbes
-
Kirim Sambal Home Made ke Jepang untuk Pacar, Wanita Ini Beri Catatan Menggemaskan
-
5 Anime Seru yang Bercerita tentang Sejarah Jepang
-
Profil Kawasaki Frontale, Klub Anyar Chanathip Songkrasin
-
Indonesia-Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Industri Otomotif
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia
-
Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM
-
IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI