SuaraSumbar.id - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, diplomasi kesehatan masih terus menjadi prioritas Indonesia di tahun 2022. Salah satunya termasuk upaya untuk memproduksi vaksin sendiri.
"Indonesia harus mampu memproduksi vaksin sendiri dan dapat menjadi hub (pusat) produksi vaksin di kawasan. Indonesia juga harus mampu membuat obat sendiri dan memenuhi bahan baku obat,” tutur Retno ketika menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI (PPTM) 2022, Kamis (6/1/2022).
Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Retno, kerja sama jangka panjang diperlukan untuk memperkuat infrastruktur kesehatan nasional dan distribusi kesehatan baik obat-obatan maupun vaksin.
Pengembangan riset dan jejaring manufaktur vaksin juga terus didorong, di antaranya melalui Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (CEPI).
Baca Juga: Sebanyak 73 Ribu WNI Direpatriasi Sepanjang 2021
Menurut Retno, sepanjang 2021 berbagai langkah diplomasi telah aktif dilakukan untuk memenuhi kebutuhan vaksin rakyat Indonesia.
Menjelang akhir Desember 2021, Indonesia telah menyuntikkan lebih dari 270 juta dosis vaksin—kelima terbesar di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, dan Brazil.
Lebih dari 20,15 persen vaksin yang diterima Indonesia berasal dari Fasilitas COVAX maupun dukungan mekanisme berbagi dosis (dose-sharing) negara sahabat.
“Pada 22 Desember 2021, Indonesia telah memenuhi target WHO (Organisasi Kesehatan Dunia—red) melakukan vaksinasi penuh terhadap 40 persen penduduk. Tantangan selanjutnya adalah memenuhi target vaksinasi 70 persen dari total populasi pada pertengahan 2022,” ujar Retno.
Selain berupaya mencukupi kebutuhan vaksin di dalam negeri, Indonesia sebagai salah satu ketua bersama COVAX AMC Engagement Group juga turut memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara untuk memerangi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak akhir 2019.
Baca Juga: Menlu Retno Sebut Indonesia Harus Mampu Produksi Vaksin hingga Obat Sendiri 2022
Di tengah segala kesulitan dan tantangan, ujar Retno, hingga akhir tahun lalu COVAX telah menyalurkan 811 juta dosis vaksin bagi 144 negara dan entitas.
Berita Terkait
-
Retno Marsudi: Inspirasi Perempuan dalam Diplomasi dan Kepemimpinan Global
-
Ini Sederet Jabatan Prestisius Retno Marsudi Usai Pensiun Sebagai Menteri Luar Negeri
-
Mantan Menlu Jokowi! Retno Marsudi Diangkat Jadi Komisaris Vale Indonesia (INCO)
-
Sibuknya Retno Marsudi setelah Tak Jadi Menlu, Kini Emban Sederet Jabatan Baru
-
Dari Menlu ke Perusahaan Kecantikan: Apa Jabatan Retno Marsudi di ParagonCorp?
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
2 Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Alternatif Bukittinggi-Payakumbuh saat Lebaran
-
Harunya Lebaran 2025 di Balik Jeruji: Narapidana Lapas Padang Melepas Rindu dengan Keluarga
-
Lebaran Aman dengan BRI: Hindari Penipuan dan Kejahatan Siber
-
BRI Berkontribusi dalam Konservasi Laut Gili Matra Melalui Program Menanam Grow & Green
-
Nikmati Keandalan BRImo: Transaksi Tanpa Hambatan Selama Lebaran 2025