SuaraSumbar.id - Kehadiran listrik PT PLN (Persero) di Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), betul-betul membawa berkah. Beragam peluang usaha baru pun muncul di tengah masyarakat daerah yang selama ini dikenal terpencil dan terisolir itu.
Anak-anak yang dulu mengaji bergelap-gelap di masjid dan surau (musala) dengan lampu togok (lampu minyak), kini telah menikmati cahaya terang. Kedai-kedai warga mulai "hidup" di malam hari. Listrik seperti menjawab jeritan Garabak Data yang selama ini belum "merdeka" dari segi akses transportasi.
"Alhamdulillah. Banyak dampak positif kehadiran listrik PLN di kampung kami. Malam yang dulunya senyap, kini terasa hangat dan geliat ekonomi kian hidup," kata Wali Nagari Garabak Data, Pardinal, Sabtu (11/12/2021).
Hari ini, sekitar 320 tiang listrik telah berdiri kokoh di sudut-sudut Nagari Garabak Data yang mayoritas masih memiliki jalan tanah itu. Pemasangannya baru rampung pada Agustus 2021 lalu.
"Ada kekurangan sekitar 25 tiang lagi untuk warga di Jorong Garabak. Kami berharap PLN dapat secepatnya menambah, agar masyarakat di sana juga bisa menikmati listrik," katanya.
Menurut Pardinal, masyarakat di Nagari Garabak Data kini juga sudah banyak yang membeli kulkas, mesin pemarut kelapa dan sebagainya. Kondisi tentu menambah sektor usaha kecil-kecilan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
"Sudah banyak yang berjualan es. Mengawetkan makanan pun sekarang sudah bisa. Bukan tidak mungkin UMKM yang menggunakan tenaga listrik, seperti jahitan baju, makanan-makanan ringan karya warga Garabak Data akan lahir setelah ini," katanya.
"Ini sesuai dengan semangat Pak Presiden Jokowi, yakni membangun dari pinggir negeri. Kami salah satu contohnya. Listrik sudah membangkitkan semangat dari berbagai sektor usaha masyarakat," katanya lagi.
Tak hanya itu, kehadiran listrik juga menunjang proses belajar mengajar siswa di Kecamatan Tigo Lurah. Kondisi ini diungkapkan oleh mantan guru SMP Negeri 4 Tigo Lurah, Aulia Rahman.
Baca Juga: 40 Rumah Warga Agam Diterjang Banjir, 1 Jembatan Roboh dan 3 Sepeda Motor Hanyut
Menurut guru mata pelajaran Fisika itu, banyak hal yang mudah dilakukan untuk memberikan pembelajaran kepada siswa sejak listrik masuk. Salah satunya dengan penggunaan infokus.
"Dulu sebelum listrik masuk, kami guru IPA ini kerepotan saat harus menggambar bagian tubuh misalnya. Habis waktu. Sekarang sudah ada listrik dan bisa kami tampilkan lewat infokus," kata guru yang akrap disapa Pak Ul itu.
"Ada materi tata surya, kalau kami gambar tentu lama. Ini untungnya ada listrik. Bisa hemat waktu dan siswa mengerti lebih cepat karena gambarnya detail," sambung Aulia yang kini mengajar di SMPN 6 Lembang Jaya itu.
Aulia merasakan betul mengajar di SMP Negeri 4 Tigo Lurah tanpa listrik. Dia lulus menjadi guru di ASN di sekolah tersebut sejak tahun 2011 dan listrik baru masuk tahun 2014.
Tak hanya soal mengajar, administrasi sekolah kini mulai lancar. Soal surat menyurat tak perlu lagi repot-repot membuat di lokasi berjaringan listrik.
"Dulu, bikin surat, cetak surat, fotocopy surat keluar dulu. Sekarang semua termudahkan. Semoga prestasi siswa juga meningkat hendaknya di masa mendatang," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Kenapa Baru Saja Makan Tapi Cepat Lapar Lagi? Bisa Jadi Tanda Kesehatan Bermasalah
-
5 Warung Kopi Legendaris di Padang, Surga Pecinta Kopi Tradisional yang Wajib Dicoba
-
Bertentangan dengan Norma Agama dan Nilai Sosial, 252 Miras di Pesisir Selatan Dimusnahkan
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?