SuaraSumbar.id - Sumatera Barat menerima bantuan sebanyak 50 unit konsentrator oksigen dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Konsentrator oksigen yang diterima langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah itu akan disebar ke rumah sakit di Sumbar sebagai upaya penanganan Covid-19.
"Oksigen konsentrator ini merupakan alat yang dapat mengonversi udara menjadi oksigen medis sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan oksigen di RS," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam keterangan tertulis yang diterima SuaraSumbar.id, Selasa (10/8/2021).
Alat yang diberikan panglima TNI tersebut jenisnya bisa dipindahkan atau mobile dan tidak terbatas untuk satu RS saja. Dalam kondisi darurat, alat tersebut bisa dipindahkan dengan cepat ke RS lain yang membutuhkan.
"Kita sangat berterima kasih atas bantuan dari Panglima TNI ini karena kebutuhan oksigen dalam penanganan Covid-19 memang sangat vital," ujarnya.
Saat ini, kata Mahyeldi dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, tinggal Kota Padang yang masih menerapkan PPKM Level 4.
Konsentrator oksigen itu diterbangkan Bandara Halim Perdana Kusuma menggunakan pesawat C130 Hercules. Pesawat yang sama juga membawa bantuan untuk Sumatera Utara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Berhenti dan Foto-foto di Tikungan Sitinjau Lauik
-
Kasus HIV di Pekanbaru Melonjak Tajam, Dinkes Riau Ungkap Fakta dan Pemicu Utamanya
-
Kecelakaan Truk Batu Bara di Jalur Sitinjau Lauik, Sopir Terluka Usai Banting Setir ke Selokan
-
Erupsi Gunung Marapi Minggu Pagi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Status Masih Waspada
-
Buka HP dan Baca Pesan WA Ku, Wasiat Mahasiswa PNP di Buku Sebelum Ditemukan Tewas di Kos