SuaraSumbar.id - Bupati Solok Epyardi Asda meminta masyarakat tidak mengucilkan anak-anak yang menjadi korban sodomi oknum pengasuh Ponpes M Natsir di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Sumatera Barat.
Selain itu, dia juga meminta agar foto tersangka yang masih buron disebar di media sosial (medsos).
"Mereka hanya korban atas perbuatan tidak senonoh yang dilakukan tersangka. Jangan sampai dikucilkan, kasihan mereka," kata Epyardi Asda, Kamis (17/6/2021).
Epyardi meminta wali nagari, kepala puskesmas, camat, serta perangkat daerah untuk menyosialisasikan ke masyarakat sekitar terkait kasus ini dan mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan korban.
"Mari kita bersama-sama memberikan perhatian, mendukung untuk peyembuhan dan pemulihan mental korban. Kasihan mereka karena masih di bawah umur. Masa depan mereka masih panjang," katanya.
Menurut politisi PAN itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait tidak akan tinggal diam dan terus berupaya supaya tersangka segera tertangkap agar kasus itu cepat terselesaikan.
"Saya meminta agar foto tersangka disebar di sosial media supaya memudahkan dalam proses pencariannya dan segera ditangkap lalu diberikan hukuman yang setimpal," kata dia.
Menurut dia jika sang pelaku tidak segera ditangkap maka ditakutkan akan menambah korban yang baru di daerah lain.
Terkait pemulihan mental anak, Asda juga meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar mendampingi korban dan mengembalikan mental serta kepercayaan diri korban.
Baca Juga: Jaksa Geledah Dinas PUPR dan Kantor Keuangan Daerah Solok Selatan, Ini Kasusnya
"Mari bersama-sama kita berikan dukungan untuk penyembuhan korban dan jangan dikucilkan lagi," kata dia.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Solok Arosoka Iptu Rifki Yudha Ersanda sebelumnya mengungkapkan bahwa korban yang melapor baru 3 orang dan dari hasil penyelidikan korban bukanlah santri, melainkan anak-anak warga sekitar.
"Hasil penyelidikan, yang menjadi korban bukanlah santri, melainkan anak warga sekitar yang sering main dilingkungan pesantren" katanya.
Dalam menggencarkan aksinya, pelaku yang sudah sudah ditetapkan sebagai tersangka mengimingi korban dengan bermain game. Setelah berhasil dibujuk, pengasuh tersebut baru menggencarkan aksinya.
Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan salah satu keluarga santri, dimana sang korban mengaku sakit saat buang air besar. Dari pengakuan pihak keluarga, diduga bahwa anaknya telah menjadi korban pelecehan seksual dan terjadi di lingkungan pondok pesantren. (Antara)
Berita Terkait
-
Ya Ampun! Selama 5 Tahun, Guru Ngaji Ini Tega Sodomi 25 Santrinya
-
21 Penambang Emas Ilegal di Solok Selatan Diringkus Polisi
-
Polisi Tetapkan Oknum Pembina Ponpes Jadi Tersangka Kasus Sodomi
-
Terungkap! Korban Sodomi Pengasuh Ponpes M Natsir Solok Ternyata Bukan Santri
-
Kasus Sodomi di Kabupaten Solok, Polisi Segel Kamar Ponpes M Natsir
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol