SuaraSumbar.id - Banyak pelajar yang masih duduk di bangku SMP menghabiskan waktu luangnya dengan bermain game atau bermedia sosial.
Namun, sebuah studi baru dari Center for Gambling Studies, Rutgers University-New Brunswick, menyarankan untuk tidak melakukan kegiatan tersebut selama lebih dari satu jam.
Berdasarkan penelitian yang terbit di jurnal Computers in Human Behavior ini, anak-anak remaja yang menghabiskan waktu dengan berselancar di internet, bermedia sosial, atau bermain game, selama lebih dari satu jam setiap hari dalam hari-hari sekolah memiliki grade dan nilai akademis rendah.
"Selama pandemi Covid-19, teknologi sangat penting untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh," kata penulis utama Vivien (Wen Li) Anthony.
"Di saat yang sama, muncul kekhawatiran penggunaan teknologi yang berlebihan, terutama untuk hiburan, dapat berdampak buruk bagi perkembangan pendidikan anak dengan memfasilitasi kebiasaan belajar yang tidak diinginkan dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk kegiatan belajar," sambungnya, dilansir Medical Xpress.
Penelitian ini menganalisis data dari China Education Panel Survey. Sekitar 10.000 siswa SMP dengan usia rata-rata 13,5 tahun disurvei dan diikuti.
Hasil studi menunjukkan anak-anak yang melakukan tiga kegiatan tersebut untuk hiburan selama empat jam atau lebih setiap harinya memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk bolos sekolah. Sebagian besar hal itu dilakukan oleh anak laki-laki.
"Temuan seperti itu sangat penting, terutama mengingat gerakan baru-baru ini menuju pembelajaran online di seluruh dunia," sambung Anthony.
"Dalam pembelajaran yang menggunakan internet, mudah bagi anak-anak untuk berpindah antar platform pendidikan dan hiburan selama pembelajaran tanpa memberi tahu guru," lanjutnya.
Baca Juga: Maling Motor, Seorang Pelajar di Padang Diciduk Polisi
Temuan ini mendorong orang tua untuk memberi batas waktu dalam penggunaan teknologi interaktif anak-anak mereka. Guru dan orang tua juga harus membantu anak-anaknya untuk mengembangkan keterampilan manajemen waktu dan pengaturan diri yang efektif demi mengurangi ketergantungan anak pada teknologi.
Tag
Berita Terkait
-
Cuaca Buruk, Pencarian Remaja Terseret Ombak di Sawarna Dipastikan Tak Maksimal
-
Dicabuli Ayah Tiri, Pelajar 14 Tahun di OKI Hamil dan Melahirkan
-
Berharap Cuaca Normal, Basarnas Banten Lanjutkan Cari Pelajar Terseret Ombak
-
Kebelet Punya Motor, Bocah 14 Tahun Riau Nekat Begal Pelajar hingga Tewas
-
Ya Allah! 2 Pelajar SMK Widang Tuban Tewas Terpental Diseruduk Pikap
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Polisi Periksa 8 Pelaku Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat, Digerebek di Talamau
-
Bunga Rafflesia Mekar Bersamaan di Agam, Fenomena Langka Awal 2026
-
CEK FAKTA: Anak Dimangsa Ular Piton Raksasa, Benarkah?
-
Air Sinkhole Limapuluh Kota Bukan Air Sakti, BRIN Bongkar Risiko Bakteri dan Logam Berat
-
Semen Padang FC Rombak Skuad Besar-besaran Jelang Putaran Kedua, Rendy Oscario Sroyer Kembali