-
Dua individu bunga rafflesia mekar bersamaan pertama kali pada 2026 di Kabupaten Agam.
-
Lokasi bunga rafflesia mekar berada di Cagar Alam Batang Palupuh.
-
Bunga rafflesia adalah bunga langka yang dilindungi.
SuaraSumbar.id - Dua individu bunga rafflesia mekar sempurna secara bersamaan di kawasan Cagar Alam Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Peristiwa bunga rafflesia mekar ini menjadi yang pertama terjadi sepanjang 2026 dan langsung menarik perhatian pegiat konservasi serta wisata alam di daerah tersebut.
Pegiat Wisata Palupuh, Joni Hartono, mengatakan dua individu bunga rafflesia mekar itu berasal dari jenis Arnoldi dan menunjukkan fase mekar penuh pada waktu yang hampir bersamaan.
Satu individu memasuki fase mekar di hari ketiga, sementara satu individu lainnya mekar pada hari keempat. Fenomena bunga rafflesia mekar serentak ini dinilai jarang terjadi di kawasan tersebut.
“Jarak antar bunga langka tersebut tidak begitu jauh hanya sekitar 100 meter atau satu hamparan,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Joni, keberadaan bunga rafflesia mekar biasanya mampu menarik wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
Namun, kunjungan ke lokasi kali ini belum ramai. Hingga saat ini, tercatat hanya enam wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat langsung bunga raksasa tersebut.
Ia menjelaskan minimnya kunjungan dipengaruhi kondisi infrastruktur pascabencana yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025. Jalan lintas menuju kawasan Cagar Alam Batang Palupuh belum sepenuhnya pulih, sehingga akses wisata masih terbatas meski bunga rafflesia mekar dalam kondisi sempurna.
“Keberadaan bunga ada wisatawan yang datang, tetapi tidak banyak karena jalan lintas masih belum stabil. Sebelum bencana, ada sekitar 20 orang wisatawan mancanegara berkunjung melihat bunga,” katanya.
Joni menambahkan, dua individu bunga rafflesia mekar tersebut merupakan yang pertama kali muncul pada awal 2026.
Pada tahun sebelumnya, tercatat lebih dari 30 individu rafflesia mekar di kawasan yang sama. Saat ini, masih terdapat sekitar 15 knop atau calon bunga yang tersebar di dalam maupun di luar kawasan cagar alam Batang Palupuh.
“Berkemungkinan knop bunga rafflesia tersebut mekar sempurna beberapa Minggu kedepan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra, menegaskan bahwa fenomena dua individu bunga rafflesia mekar secara bersamaan ini menjadi catatan penting awal tahun 2026.
“Ini sangat unik, bunga langka dan dilindungi ini mekar secara bersama,” katanya.
Ia menyebutkan Cagar Alam Batang Palupuh memiliki luas sekitar 3,4 hektare dan berfungsi sebagai kawasan konservasi dengan mandat utama menjaga habitat bunga rafflesia mekar dan jenis flora langka lainnya. Keberadaan bunga tersebut menjadi bagian penting dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Kabupaten Agam. (Antara)
Berita Terkait
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Sumatera Barat Masuk Peta Besar Pengembangan Jaringan Kereta Sumatra
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial
-
Persoalan Macet Padang-Bukittinggi Ada pada Sistem, Bukan Pilihan Proyek
-
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi SPMB Sumbar, Validasi Prestasi Dinilai Bermasalah