-
Polisi tangkap delapan pelaku tambang emas ilegal di Talamau.
-
Barang bukti ekskavator dan emas ilegal disita polisi.
-
Pelaku terancam lima tahun penjara dan denda besar.
SuaraSumbar.id - Polres Pasaman Barat memeriksa delapan orang terduga pelaku penambangan emas ilegal yang ditangkap di lokasi Kasiak Putiah, Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas tambang tanpa izin di wilayah tersebut.
Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, mengatakan delapan pelaku diamankan pada Kamis (8/1/2026) dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif terkait aktivitas penambangan emas ilegal yang mereka lakukan.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran masing-masing pelaku serta jaringan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Para pelaku saat ini terus menjalani pemeriksaan terkait aktivitas ilegal itu,” kata AKBP Agung Tribawanto, Sabtu (17/1/2026).
Menurut dia, pengungkapan kasus penambangan emas ilegal tersebut dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat yang dipimpin oleh Kepala Satuan Reskrim, Iptu Habib Fuad Alhafsi.
Operasi penindakan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas tambang emas tanpa izin di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.
“Operasi tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Nagari Kajai Kecamatan Talamau,” katanya.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan delapan orang pelaku dengan inisial PSP (23), DH (34), P (27), AS (27), MH (23), M (44), D (33), dan MH (36). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku memiliki peran berbeda dalam aktivitas penambangan emas ilegal tersebut.
AKBP Agung menjelaskan, dua orang pelaku berperan sebagai operator alat berat, satu orang sebagai helper, satu orang pengawas lapangan, serta empat orang lainnya berperan sebagai anak bok yang membantu proses penambangan di lokasi.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penambangan emas ilegal. Barang bukti tersebut antara lain satu unit alat berat jenis ekskavator PC 210F merek SDLG berwarna kuning, dua buah alat dulang emas yang terbuat dari kayu, serta tiga lembar karpet plastik berwarna hijau.
“Petugas juga menyita barang bukti lainnya yakni satu buah timbangan digital warna hitam merek CHQ HWH POCKET SCALE, serta pasir yang diduga bercampur dengan butiran emas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres Pasaman Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan emas ilegal karena dapat merusak lingkungan dan melanggar hukum. Ia menegaskan pihak kepolisian akan terus melakukan penindakan tegas apabila masih ditemukan aktivitas serupa di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.
“Jika masih ditemukan, Polres Pasaman Barat akan menindak tegas sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku,” ujarnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 158 jo Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Berita Terkait
-
Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat
-
Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk
-
Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga
-
Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas
-
Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel