SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Asharullah mengecam keras pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Mahyeldi pun mendesak agar Pemerintah Republik Indonesia (RI) ikut memberikan tindakan tegas pada Israel yang dinilai telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan pelanggaran kemerdekaan suatu bangsa.
"Saya sebagai Gubernur Sumbar meminta kepada pemerintah pusat memberikan tekanan pada Israel yang saat ini sudah melakukan pelanggaran HAM dan juga pelanggaran kemerdekaan suatu bangsa. Apalagi kita bangsa Indonesia adalah bangsa yang mendukung kemerdekaan terbukti Presiden RI juga ikut mendukung kemerdekaan Palestina," katanya dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (18/5/2021).
Mahyeldi juga meminta Pemerintah RI melakukan langkah kongkrit dengan mengirimkan bantuan kepada Palestina atas dasar HAM dan menghargai kemerdekaan suatu bangsa.
Menurut politisi PKS itu, Indonesia sudah seharusnya memberikan dukungan atas Palestina. Kedua negara ini memiliki hubungan yang sangat erat sejak dahulu. Apalagi, Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mendukung dan mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.
"Insha Allah nanti kita akan bantu saudara-saudara kita yang ada di sana (Palestina). Ada dana zakat yang bisa kita kirim, seperti dulu pada Maret 2020 kita juga mengirimkan bantuan mobil ambulans. Mungkin juga kita akan kirim rendang seperti di NTT yang lalu. Mudah-mudahan juga akan banyak daerah-daerah lain yang peduli," tutur Mahyeldi.
Tag
Berita Terkait
-
Sumbar Tetap Gelar Bazar Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19
-
Gubernur Mahyeldi Minta Perusahaan di Sumbar Bayar THR Tepat Waktu
-
Gubernur Mahyeldi Lantik Bupati Solok dan Solok Selatan di Gubernuran
-
Pengawal Pribadi Wagub Sumbar Melebihi Gubernur, Pengamat Sebut Pemborosan
-
Pengawal Pribadi Melebihi Gubernur Sumbar, Audy Santai Disebut Berlebihan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia