SuaraSumbar.id - Pansus DPRD Sumatera Barat merekomendasikan agar dugaan penyelewengan dana Covid-19 Sumbar diproses secara hukum. Sebab dari hasil penelusuruan DPRD, ditemukan indikasi dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Hal itu dinyatakan Wakil Ketua Pansus DPRD Sumbar, Nofrizon saat menggelar sidang Paripurna di DPRD Sumbar, Jumat (26/2/2021) malam. DPRD akan menyurati Pemprov Sumbar untuk melanjutkan proses kasus dugaan ini ke persoalan hukum.
Dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terungkap upaya pemahalan harga untuk handsanitizer ukuran 100 mililiter dan 50 mililiter. Hal itu merugikan keuangan negara sebesar Rp4.847.000.000.
Selain itu, terjadi kekurangan volume pengadaan logistik kebencanaan berupa masker, thermogun dan handsanitizer senilai Rp63.080.000.
"Kerugian ini hanya terjadi pada sebagian paket pengerjaan saja, masih banyak paket lainnya yang belum dibuktikan BPK RI. Apakah kejadian serupa terjadi," katanya, dikutip dari Antara.
Kemudian, transaksi pembayaran kepada penyedia barang dan jasa tidak sesuai ketentuan. Bendahara dan Kepala BPBD Sumbar melakukan pembayaran tunai kepada penyedia yang jelas-jelas melaggar Instruksi Gubernur Nomor 02/INST-2018 tentang pelaksanaan transaksi nontunai.
Akibat transaksi tunai itu, terindikasi potensi pembayaran mencapai Rp49.280.400.000 yang tidak dapat diidentifikasi oleh penyedia. "Dalam hal ini, kami merekomendasikan kepada BPK memeriksa lanjutan aliran dana Rp 49,2 miliar tersebut," katanya.
Selain itu, Pansus DPRD Sumbar juga merekomendasikan agar Gubernur Sumbar memberikan sanksi tegas kepada Kepala BPBD Sumbar dan staf yang terindikasi melakukan pelanggaran proses penyediaan barang.
"Sanksi yang diberikan harus sesuai dengan perbuatan dan pelanggaran. Penilaian pansus ini sangat serius dan berat karena menyebabkan banyak kerugian meskipun telah dikembalikan," katanya.
Baca Juga: Berebut Kursi Wawako Padang, PAN Sumbar Juga Siapkan Nama Kader
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, akan segera menindaklanjuti rekomendasi pansus DPRD Sumbar terkait dugaan penyelewengan tersebut.
"Kita siap menjalankan rekomendasi sesuai dengan aturan yang ada," katanya.
Sebelumnya, DPRD Sumbar membentuk pansus untuk menyelidiki dugaan penyelewengan dana Covid-19 Sumbar tahun 2020. Hal ini mencuat setelah adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Wakil Ketua Pansus DPRD Sumbar, Novrizon mengatakan, dugaan penyelewengan itu berkaitan dengan pengadaan cairan pembersih tangan atau handzanitizer.
Menurut Novrizon, dari temuan LHP BPK, dana tersebut diberikan ke Pemprov Sumbar sebesar Rp 160 miliar di tahun 2020 untuk penanganan Covid-19. Dari temuan BPK, ada indikasi penyelewengan sekitar Rp 49 miliar.
Novrizon membocorkan bahwa perusahaan rekanan yang mendapatkan proyek tersebut membuat batik. Namun, malah mengadakan handzanitizer. Pihaknya menemukan kejanggalan soal harga handsanitizer yang mencapai Rp 35 ribu per botolnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar