Manajer Gula Semut KBA Tabek Yurneli mengatakan, gula semut solusi mengakali peningkatan harga jual gula tebu yang kerap fluktuatif. Selain lebih praktis, cakupan pasar gula semut juga lebih luas.
"20 kilogram sekali masak di dalam mesin. Setelah itu dihaluskan dengan dan dikemas lagi dengan mesin," katanya yang turut mendampingi perbincangan bersama Ketua KBA Tabek, Kasri Satra.
Sejak pandemi Covid-19, kata perempuan 36 tahun itu, produksi gula semut dalam sepekan hanya sekitar 15 kilogram. Biasanya, permintaan gula semut meningkat karena pengunjung ke Tabek ramai.
"Sekarang agak kurang. Kami baru jual ke tamu yang datang. Untuk masuk ke pasar besar menunggu izin yang sedang diproses," katanya.
Baca Juga: Alasan Paslon Gubernur Sumbar Nasrul Abit-Indra Catri Gugat KPU ke MK
Menurut Yurneli, harga satu kemasan gula semut berisi 200 gram mencapai Rp 20 ribu. Gula semut ini sangat enak untuk campuran membuat teh telor, kopi dan teh.
Masyarakat Tabek betul-betul telah menuai hasil dari kerja keras Kasri bersama pegiat KBA dan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, paket-paket wisata home stay di rumah penduduk dan sajian makanan ala kampung pun telah mendatangkan pundi-pundi rupiah kepada warga.
Hari ini, lanjut Kasri, sudah ada 29 rumah dengan 45 kamar yang menyediakan paket home stay. Harganya pun relatif sangat murah. Kamar Kelas A saja dibanderol Rp 170 ribu. Sedangkan Kelas B seharga Rp 120 ribu per malamnya.
"Kalau Kelas A itu pakai air panas, yang B tidak. Murah dan itu diakui pengunjung," katanya.
Namun, pandemi Covid-19 memang menjadi sandungan semua geliat usaha, termasuk Tabek. Apalagi, sejak mewabahnya corona, Pemerintah Kabupaten Solok melarang kunjungan dengan jumlah banyak ke objek-objek wisata.
Baca Juga: Pria Sumbar Jual Motor Tetangga ke Pekanbaru Demi Nikahi Adik Kandung
"Biasanya tamu ke sini sehari itu minimal 400 orang. Sejak pandemi harus dilarang dan hanya boleh 50 persen dari biasa. Penginapan juga sepi. Kadang hanya 4 sampai 5 kamar sebulan," katanya.
Berita Terkait
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
Mobil China Masuk Indonesia, Bos Toyota-Astra Motor: Persaingannya Semakin Brutal
-
Isuzu Mudik Gratis Berangkatkan Ratusan Sopir dan Mekanik Kendaraan Komersial ke Kampung Halaman
-
AHM Bawa 2.572 Konsumen Mudik Lebaran
-
Toyota Sebar Posko Siaga di 15 Titik Kawal Momen Mudik Lebaran 2025
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
8 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, 3 Tewas!
-
Langkah Hebat Desa Wunut, Bagi-Bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warga
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!