SuaraSumbar.id - Gempa bumi berkekuatan 4,7 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 18.07 WIB.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di laut, sekitar 84 km barat daya Agam dengan kedalaman 53 km.
Dalam keterangan tertulis, Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
Dampak dari gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Padang Panjang, Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, Padang, Pariaman, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.
Berdasarkan skala MMI, guncangan terasa dengan intensitas II-III MMI, di mana beberapa orang merasakan getaran dan benda ringan yang tergantung bergoyang.
Hingga pukul 18.40 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Masyarakat harus selalu memeriksa kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi, terutama jika terdapat retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan," katanya.
Selain itu, warga diminta untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG yang dapat diakses melalui situs resmi, media sosial, atau aplikasi BMKG.
15 Cara Selamat dari Gempa Bumi
Gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama di wilayah rawan seperti Indonesia. Untuk menghindari cedera dan meningkatkan keselamatan, penting untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa terjadi.
Berikut 15 cara selamat dari gempa bumi yang wajib diketahui agar dapat bertahan dengan aman, dikutip dari Klikdokter.
1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
Saat gempa bumi terjadi, banyak orang cenderung panik, padahal tetap tenang adalah kunci utama keselamatan. Panik bisa menghambat respons cepat dan meningkatkan risiko cedera. Fokuslah pada langkah-langkah yang telah dipelajari sebelumnya agar dapat bertindak dengan bijak.
2. Gunakan Metode Drop, Cover, and Hold On
Berita Terkait
-
Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela
-
Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira
-
Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak