- Gunung Dukono di Halmahera Utara mengalami erupsi pada 8 Mei 2026 dengan kolom abu setinggi 10.000 meter.
- Dua warga negara asing meninggal dunia dan lima pendaki terluka akibat kenaikan aktivitas vulkanik secara mendadak tersebut.
- Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan proses evakuasi jenazah serta pencarian satu pendaki lokal yang hilang.
SuaraSumbar.id - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi. Peristiwa itu menyebabkan dua warga negara asing (WNA) meninggal dunia, Jumat, 8 Mei 2026.
Korban meninggal dilaporkan bernama Sahnaz dan Timo. Sementara itu, satu pendaki lokal bernama Angel hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Informasi yang dihimpun, para pendaki itu sedangan berada di area puncak saat Gunung Dukono mengalami peningkatan aktivitas vulkanik secara mendadak.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono mengatakan, kawasan kawah sebenarnya telah ditutup secara resmi sejak pertengahan bulan lalu.
"Mulai 17 April area kawah sudah tidak diizinkan untuk pendakian. Mereka diduga naik tanpa melapor ke pos pengamatan," katanya, melansir tandaseru.
Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran untuk menemukan korban hilang. Sementara proses evakuasi jenazah dua WNA masih terus diupayakan.
5 Pendaki Luka-luka
Sebanyak lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka. Proses pendataan masih dilakukan di lokasi.
"Erupsi gunung api Dukono menyebabkan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan masih dalam proses pendataan," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan tertulisnya.
Berdasarkan laporan, erupsi terjadi sekitar pukul 07.41 WIT, dengan tinggi kolom abu 10.000 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 34 milimeter dan durasi 967.56 detik.
Gunung Dukono yang saat ini berstatus Level II (Waspada), mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi.
Berita Terkait
-
Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
-
Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan
-
Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat
-
Semarak Merah Putih BRI Hadir di Sofifi Maluku Utara, UMKM Dapat Berkah
-
Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up