Riki Chandra
Jum'at, 04 April 2025 | 19:52 WIB
Gempa bumi guncang Kabupaten Agam, Sumbar. [Dok. Antara]

SuaraSumbar.id - Gempa bumi berkekuatan 4,7 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 18.07 WIB.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di laut, sekitar 84 km barat daya Agam dengan kedalaman 53 km.

Dalam keterangan tertulis, Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Dampak dari gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Padang Panjang, Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, Padang, Pariaman, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.

Berdasarkan skala MMI, guncangan terasa dengan intensitas II-III MMI, di mana beberapa orang merasakan getaran dan benda ringan yang tergantung bergoyang.

Hingga pukul 18.40 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat harus selalu memeriksa kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi, terutama jika terdapat retakan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan," katanya.

Selain itu, warga diminta untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG yang dapat diakses melalui situs resmi, media sosial, atau aplikasi BMKG.

15 Cara Selamat dari Gempa Bumi

Gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama di wilayah rawan seperti Indonesia. Untuk menghindari cedera dan meningkatkan keselamatan, penting untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa terjadi.

Berikut 15 cara selamat dari gempa bumi yang wajib diketahui agar dapat bertahan dengan aman, dikutip dari Klikdokter.

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Saat gempa bumi terjadi, banyak orang cenderung panik, padahal tetap tenang adalah kunci utama keselamatan. Panik bisa menghambat respons cepat dan meningkatkan risiko cedera. Fokuslah pada langkah-langkah yang telah dipelajari sebelumnya agar dapat bertindak dengan bijak.

2. Gunakan Metode Drop, Cover, and Hold On

Metode yang paling efektif saat gempa bumi adalah "Drop, Cover, and Hold On." Segera jatuhkan diri ke lantai, lindungi kepala dan leher dengan berlindung di bawah meja atau furnitur kuat, serta pegang erat-erat hingga guncangan berhenti.

3. Jauhi Jendela dan Benda Kaca

Jendela, cermin, dan benda kaca rentan pecah saat gempa bumi, yang dapat menyebabkan cedera serius akibat serpihan. Sebisa mungkin, hindari area dengan kaca dan cari tempat berlindung yang lebih aman.

4. Hindari Dinding dan Bangunan yang Lemah

Jika berada di dalam ruangan, jauhi dinding luar atau struktur yang rapuh. Bangunan dengan konstruksi lemah bisa roboh dan menyebabkan cedera fatal. Carilah tempat yang lebih kokoh untuk berlindung.

5. Berlindung di Bawah Perabotan yang Kokoh

Jika tidak bisa keluar dari bangunan, berlindunglah di bawah meja atau furnitur berat lainnya yang dapat melindungi dari benda jatuh. Pastikan perabotan tersebut cukup kuat untuk menahan beban.

6. Jika di Luar, Jauhi Bangunan dan Tiang Listrik

Saat gempa bumi terjadi di luar ruangan, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, dan pohon besar yang berisiko roboh. Carilah area terbuka yang aman.

7. Jangan Gunakan Lift

Jangan pernah menggunakan lift untuk evakuasi saat gempa bumi karena dapat macet atau rusak akibat guncangan. Gunakan tangga darurat untuk keluar dari gedung dengan aman.

8. Tetap di Dalam Kendaraan Jika Sedang Berkendara

Jika sedang mengemudi saat gempa bumi, segera kurangi kecepatan dan berhenti di tempat yang aman. Hindari berhenti di dekat jembatan, terowongan, atau tiang listrik.

9. Waspada Tsunami Jika Berada di Pantai

Jika gempa bumi terjadi di dekat laut, segera jauhi pantai dan bergerak ke tempat yang lebih tinggi. Gempa besar dapat memicu tsunami yang berbahaya.

10. Kenali Tanda-Tanda Tsunami

Di daerah pesisir, tsunami sering diawali dengan surutnya air laut secara tiba-tiba atau terdengar suara gemuruh dari laut. Jika melihat tanda-tanda ini, segera menuju ke tempat yang lebih tinggi.

11. Siapkan Tas Darurat

Memiliki tas darurat berisi air, makanan kering, obat-obatan, senter, dan baterai cadangan sangat penting untuk menghadapi gempa bumi. Pastikan tas selalu dalam kondisi siap digunakan.

12. Lindungi Kepala dengan Benda di Sekitar

Jika tidak ada tempat berlindung yang aman, gunakan tas, bantal, atau jaket untuk melindungi kepala dan leher dari benda jatuh selama gempa bumi berlangsung.

13. Hafalkan Jalur Evakuasi

Sebelum gempa bumi terjadi, kenali dan hafalkan jalur evakuasi di rumah, kantor, atau tempat umum yang sering dikunjungi. Ini akan memudahkan proses penyelamatan.

14. Jauhi Rak Buku dan Lemari Besar

Rak buku dan lemari besar berisiko roboh saat gempa bumi. Pastikan untuk menjauh dari area ini agar tidak tertimpa perabotan berat yang bisa menyebabkan cedera serius.

15. Bersiap untuk Gempa Susulan

Setelah gempa bumi utama, biasanya terjadi gempa susulan yang bisa menyebabkan kerusakan tambahan. Tetap berada di tempat aman dan waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan.

Menghadapi gempa bumi membutuhkan kesiapsiagaan dan pengetahuan yang tepat. Dengan memahami dan menerapkan 15 langkah ini, risiko cedera dapat diminimalkan, serta keselamatan diri dan keluarga dapat lebih terjamin.

Load More