-
Warga Padang tempuh perjalanan jauh menuju Makkah dengan berjalan kaki.
-
Kemenhaj Sumbar apresiasi niat haji, namun ingatkan aturan visa.
-
Fenomena jamaah menuju Tanah Suci secara mandiri pernah terjadi sebelumnya.
SuaraSumbar.id - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) membenarkan adanya seorang warga Kota Padang yang jalan kaki ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.
Fenomena ini menarik perhatian publik setelah kisah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sejak akhir pekan lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, mengatakan pihaknya mengetahui informasi warga jalan kaki ke Makkah tersebut dan memberikan apresiasi atas niat serta semangat yang ditunjukkan.
Menurutnya, antusias masyarakat dalam menjalankan rukun Islam kelima patut dihargai, meski dilakukan dengan cara yang tidak lazim.
"Pertama, kita mengapresiasi antusias masyarakat untuk menunaikan ibadah haji walaupun dengan berjalan kaki," kata M. Rifki, Sabtu (17/1/2026).
Pernyataan itu disampaikan Rifki menanggapi keberangkatan seorang warga Kota Padang bernama M. Alif yang memulai perjalanan jalan kaki ke Makkah pada Jumat (16/1/2026).
Alif memulai langkah panjangnya dari salah satu masjid di kawasan Pantai Padang dengan tujuan mencapai Tanah Suci.
Rifki menjelaskan bahwa fenomena warga Indonesia menuju Arab Saudi dengan cara berjalan kaki atau bersepeda bukanlah hal baru. Ia menyebut, sebelum pengelolaan haji berada di bawah Kemenhaj, Kementerian Agama juga pernah menjumpai kasus serupa dari berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan, pada 2024 lalu, Rifki mengaku sempat bertemu langsung dengan seorang jamaah asal Indonesia yang tiba di Arab Saudi menggunakan sepeda.
Jamaah tersebut menghabiskan waktu sekitar sembilan bulan perjalanan lintas negara hingga akhirnya sampai di Arab Saudi. Namun, kedatangannya tidak bertepatan dengan musim haji 2024 sehingga hanya dapat melaksanakan ibadah umrah.
Di tengah kisah inspiratif warga jalan kaki ke Makkah tersebut, Rifki mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati. Ia menegaskan bahwa setiap individu yang ingin melaksanakan ibadah haji atau masuk ke Kota Makkah secara mandiri wajib menggunakan visa haji resmi.
"Yang perlu diingat adalah semua orang yang ingin masuk ke Arab Saudi harus menggunakan visa haji," ujarnya.
Sementara itu, M. Alif menjelaskan bahwa niatnya menempuh perjalanan jalan kaki ke Makkah dilandasi keinginan mendapatkan haji mabrur melalui mujahadah. Niat tersebut ia sampaikan melalui salah satu akun media sosial pribadinya.
"Insyaa Allah mau berangkat ibadah haji dari Padang menuju Makkah dengan berjalan kaki," kata dia.
Alif menambahkan, perjalanan panjang tersebut merupakan bentuk ikhtiar dan pengorbanan pribadi dalam menjalankan ibadah haji, sembari tetap berharap dapat mengikuti seluruh ketentuan resmi yang berlaku selama menuju Tanah Suci. (Antara)