- Mendagri nilai bencana Sumbar relatif dibandingkan Aceh dan Sumut.
- Mayoritas daerah terdampak Sumbar masuk kategori hijau BNPB.
- Layanan kesehatan Sumbar sebagian besar sudah kembali beroperasi.
SuaraSumbar.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, menilai bencana yang melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar) masih tergolong relatif jika dibandingkan dengan kondisi bencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Menurut Tito, meski bencana Sumbar menimbulkan dampak serius di sejumlah daerah, kondisi tersebut belum seburuk yang dialami Aceh dan Sumut.
Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk mengecilkan musibah yang terjadi, melainkan sebagai perbandingan objektif berdasarkan data lapangan dan pemetaan wilayah terdampak.
"Kalau saya lihat petanya Sumbar, sekali lagi saya tidak menepikan Sumbar dan tidak mengecilkan bencana di sini tidak, tapi dibandingkan dua daerah lain, saya lihat provinsi lain, sumbar relatif dibandingkan dua ya, itu tidak seburuk yang dua lainnya," kata Mendagri Tito Karnavian di Kota Padang, Selasa (13/1/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat Mendagri memimpin rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Barat bersama Kepala BNPB, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, gubernur, serta para bupati dan wali kota se-Sumbar. Rapat tersebut membahas kondisi terkini wilayah terdampak dan langkah percepatan pemulihan.
Tito menjelaskan, berdasarkan hasil Zoom meeting dengan para gubernur di provinsi terdampak bencana, kondisi di Sumbar masih tergolong relatif terkendali. Dari total 16 kabupaten dan kota yang terdampak, hampir seluruhnya masuk kategori hijau dalam pemetaan BNPB.
"Hampir semuanya hijau, tapi ini yang mau saya pastikan terutama Kabupaten Tanah Datar," kata Mendagri Tito Karnavian.
Dalam rapat tersebut, Mendagri juga menerima paparan bahwa roda pemerintahan di Sumbar masih berjalan. Meski demikian, sejumlah nagari atau desa masih membutuhkan penanganan lanjutan, salah satunya di kawasan Malalo, Kabupaten Tanah Datar, yang terdampak cukup signifikan.
Sebagai perbandingan, Tito menyinggung kondisi bencana Aceh yang hingga kini masih menghadapi kendala serius. Di Kabupaten Aceh Besar, aktivitas pemerintahan belum kembali normal karena kantor-kantor dinas masih tertutup material lumpur akibat banjir bandang.
Sementara itu, di Ranah Minang, layanan publik terutama sektor kesehatan mulai pulih. Seluruh layanan kesehatan Sumbar, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), telah kembali beroperasi. Namun, beberapa puskesmas masih mengalami hambatan akibat terdampak banjir, terutama di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Agam.
"Kemudian ada juga klinik di Kota Padang yang katanya belum jalan," ujar Mendagri Tito Karnavian.
Pemerintah pusat melalui BNPB dan kementerian terkait terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan penanganan bencana Sumatera Barat berjalan optimal dan pemulihan dapat dipercepat. (Antara)