Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!

Seorang penumpang bus ALS tujuan Medan ditemukan meninggal dunia saat bus tiba di Pos Pengamanan Idul Fitri Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).

Riki Chandra
Jum'at, 04 April 2025 | 18:47 WIB
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!
Seorang penumpang bus ALS tujuan Medan meninggal dunia karena serangan jantung. [Dok. Antara]

SuaraSumbar.id - Seorang penumpang bus ALS tujuan Medan ditemukan meninggal dunia saat bus tiba di Pos Pengamanan Idul Fitri Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (4/4/2025) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui bernama Subari (55), warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Bus ini berhenti di pos pengamanan Mudik Lebaran dan melaporkan adanya penumpang bus ALS tujuan Medan yang telah meninggal dunia," ujar Kapolsek Pulau Punjung, Iptu Azamu Suhari, dikutip dari Antara.

Kejadian ini terungkap setelah petugas di Pos Pengamanan RTH Silago Pulau Punjung menerima laporan dari kru bus.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas gabungan, korban dinyatakan telah meninggal dunia di dalam bus. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Sai Dareh untuk menunggu kedatangan pihak keluarga.

Berdasarkan dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung. Hal ini diperkuat dengan temuan obat jantung dalam tas korban, yang sesuai dengan resep medis.

Salah satu saksi, Abdul Kodir, yang duduk di sebelah korban, menyebut bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan sakit dada dan kesulitan bernapas.

Mengetahui kondisi tersebut, saksi segera memberitahukan kepada sopir bus ALS tujuan Medan agar mencari klinik untuk memberikan pertolongan pertama.

Namun, sekitar pukul 03.00 WIB di wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi, korban tidak lagi menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Saksi kemudian meminta sopir untuk mencari puskesmas guna memastikan kondisi korban.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan sudah tidak bernapas dan meninggal dunia di dalam bus," tambahnya.

Tips Aman Naik Bus bagi Pasien Jantung

Bagi pasien jantung yang ingin melakukan perjalanan dengan bus, persiapan yang matang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan.

Serangan jantung. [Dok. Antara]
Serangan jantung. [Dok. Antara]

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain berkonsultasi dengan dokter, membawa obat-obatan penting, memilih tempat duduk yang nyaman, serta mengetahui kapan harus meminta bantuan. Berikut tips pasien jantung saat naik bus dikutip dari berbagai sumber.

1. Konsultasi dengan Dokter Sebelum Berangkat

Sebelum melakukan perjalanan jauh, pasien jantung disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan saran medis yang sesuai dengan kondisi kesehatan, termasuk rekomendasi obat-obatan yang perlu dibawa serta tindakan pencegahan selama perjalanan.

2. Persiapan Obat-obatan

Membawa obat-obatan yang diresepkan dokter adalah hal yang wajib bagi pasien jantung. Simpan obat-obatan dalam wadah yang mudah diakses, dan pastikan Anda memahami cara menggunakannya.

Selain itu, catatan medis yang mencantumkan riwayat penyakit serta alergi obat juga sebaiknya dibawa untuk mengantisipasi keadaan darurat.

3. Memilih Tempat Duduk yang Tepat

Pemilihan tempat duduk yang nyaman dapat membantu pasien jantung merasa lebih aman selama perjalanan. Pilih tempat duduk yang mudah diakses dan tidak terlalu dekat dengan pintu atau toilet. Jika memungkinkan, duduklah di dekat petugas bus agar lebih mudah mendapatkan bantuan jika diperlukan.

4. Persiapan Selama Perjalanan

Agar tetap sehat selama perjalanan, pasien jantung sebaiknya cukup istirahat, minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi, serta menghindari makanan berlemak dan tinggi garam.

Jangan ragu untuk meminta bantuan jika merasa tidak nyaman atau mengalami masalah kesehatan. Melakukan peregangan ringan setiap beberapa jam juga dapat membantu mencegah pembekuan darah.

5. Setelah Perjalanan

Setelah perjalanan, pasien jantung perlu beristirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuh. Jika mengalami gejala yang tidak biasa atau merasa tidak sehat, segera konsultasikan dengan dokter.

Dengan persiapan yang baik, pasien jantung tetap dapat bepergian dengan aman dan nyaman menggunakan bus. Selalu utamakan kesehatan dan jangan ragu meminta bantuan jika diperlukan.

Tips Aman Berkendara Saat Arus Balik Lebaran 2025

Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan para pemudik untuk lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan arus balik Lebaran 2025. Pihak kepolisian pun memberikan sejumlah tips guna memastikan keselamatan pengendara selama kembali ke perantauan.

"Kami terus mengimbau agar para pengendara lebih mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan saat berkendara," ujar Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Agung Pranajaya, dikutip dari Antara, Kamis (3/4/2025).

Menurut Agung, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemudik saat melakukan perjalanan arus balik Lebaran.

Pertama, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan memeriksa komponen penting seperti rem dan ban, serta memastikan kelengkapan administrasi kendaraan.

Kedua, pemudik dianjurkan untuk merencanakan rute perjalanan secara matang dengan memahami medan serta kondisi jalan yang akan dilalui.

Ketiga, pengemudi juga harus memastikan tubuh dalam keadaan fit sebelum berkendara. Jika merasa lelah, sebaiknya istirahat terlebih dahulu dan tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya, patuhi batas kecepatan berkendara dan hindari membawa barang yang melebihi kapasitas kendaraan. Pemudik juga disarankan untuk memanfaatkan pos pelayanan dan pos pengamanan yang disediakan oleh kepolisian di berbagai wilayah, khususnya di Sumatra Barat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini