"Kami senang bisa memfasilitasi warga binaan untuk bertemu dengan keluarganya masing-masing saat Lebaran, semoga ini memotivasi mereka agar berubah menjadi manusia yang lebih baik," ujarnya.
Dengan adanya layanan kunjungan itu, maka para narapidana Muslim bisa merasakan kehangatan serta kebahagiaan Lebaran layaknya orang-orang yang berada di luar penjara.
Penghuni Lapas Padang saat ini mencapai 896 orang. Di mana 80 persen di antaranya merupakan narapidana beragama Islam.
Dalam memberlakukan layanan kunjungan tersebut, kata Junaidi, pihaknya harus menambah kekuatan pengamanan demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Pihaknya menambah jumlah regu piket dari para pegawai beserta staf, serta mendapatkan dukungan dari personel Polri serta TNI.
"Kami juga tidak ingin momentum ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu yang memiliki niat dan tujuan tidak baik, sehingga mengganggu keamanan di lingkungan Lapas II A Muaro Padang," katanya.
Lapas Suliki
Lapas Kelas III Suliki, Limapuluh Kota, juga membolehkan keluarga narapidana yang ingin melakukan kunjungan pada momen Lebaran 2025.
"Akses kunjungan sengaja kami buka agar warga binaan bisa bisa bertemu langsung dengan keluarganya masing-masing saat momen Lebaran," kata Kepala Lapas Suliki Kamesworo.
Selain dibolehkan masuk ke dalam lingkungan penjara dan bertemu langsung, keluarga juga dibolehkan untuk membawa makanan atau minuman.