Saat ini pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan dokter forensik yang melakukan visum luar dan autopsi dalam penyebab kematian korban. Namun hasilnya hingga kini belum diketahui.
"Masih didalami apa yang menjadi penyebab kematian. Apakah dia terjadi sesuatu benturan atau apapun itu, nanti dokter forensik yang mengeluarkan hasil autopsi. Kami masih menunggu hasil resmi dokter yang melaksanakan autopsi," jelasnya.
"Kita tetap menunggu penyebab luka-lukanya itu karena apa. Apakah dia jatuh dari motor. Apakah (karena) jatuh dari ketinggian 30 meter (dari atas jembatan ke sungai). Apakah selama tujuh jam (3 dini hari sampai 11.55 siang) dia jatuh lalu meninggal kan lebam-lebam. Kami mohon maaf belum bisa menyampaikan secara prematur," katanya lagi.
Suryono menegaskan bahwa kasus ini segera terungkap. Petugas sudah bergerak mencari siapa yang memviralkan itu (menjustifikasi polisi melakukan tindak penganiayaan).
"Andai kata ditemukan bukti baru yang kemudian ada oknum anggota yang bertindak tidak sesuai SOP, pasti kami akan menegakkan hukum terhadap anggota kami yang menyimpang dari SOP, tetapi sejauh ini, anggota kami sudah menegakkan hukum maupun pencegahan ini dengan benar," pungkasnya.
Kontributor : B Rahmat