Kisah Suami-Istri Selamat dari Maut Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi di Sumbar, Bertahan di Pohon Pokat 1,5 Jam

Sepasang suami-istri di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil selamat dari terjangan banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi.

Riki Chandra
Selasa, 21 Mei 2024 | 17:39 WIB
Kisah Suami-Istri Selamat dari Maut Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi di Sumbar, Bertahan di Pohon Pokat 1,5 Jam
Dua korban selamat dari banjir lahar dingin Gunung Marapi di Tanah Datar. [Dok.Antara/Etri Saputra]

SuaraSumbar.id - Sepasang suami-istri di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil selamat dari terjangan banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi pada Sabtu (11/5/2024) lalu.

Mereka adalah Mufrianto (45) dan Efri (35). Keduanya selamat berkat memanjat batang pokat dan bergelantungan di pohon tersebut sekitar 1,5 jam hingga akhirnya air sungai kembali menyusut.

Mufrianto dan Efri menceritakan kejadian dan peristiwa banjir bandang dan lahar dingin yang merenggut puluhan jiwa di Kabupaten Tanah Datar itu.

Malam itu, Mufrianto dan isteri beraktivitas seperti biasa, yakni berjualan di warungnya di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum.

Mereka tinggal di warung itu. Dua orang anaknya tidur di rumah orang tua Efri yang tidak jauh dari tempat mereka berjualan.

Menurutnya, malam itu kondisi alam tenang dan tidak ada tanda-tanda banjir bandang. Sebab, tidak ada angin dan tidak ada hujan, air sungai pun terlihat kecil.

Namun sore harinya, dia mengaku memang agak sering melihat ke arah sungai dari sebelum-sebelumnya. Dan, air sungai pun tampak seperti biasanya.

Dia tidak memiliki firasat akan terjadi banjir bandang. Hanya saja berpikiran mungkin di atas gunung sedang terjadi hujan. Sebab, Batang Lona berhulu langsung dari Gunung Marapi.

"Tidak ada firasat akan terjadi banjir bandang. Cuman waktu itu air sungai memang sudah bau. Mungkin di Gunung sedang hujan dalam hati saya," katanya, Selasa (21/5/2024).

Mufrianto menyebut, biasanya warung miliknya ramai, banyak yang datang dan duduk meminum kopi. Namun pada malam itu terasa sepi, warung yang biasanya ramai hanya diisi dia dan satu orang temannya, sedangkan isterinya sudah tidur.

Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB malam, suasana yang sebelumnya terasa tenang dan baik-baik saja berubah drastis. Air sungai tiba-tiba meluap hingga ke pemukiman warga.

Tidak ada waktu bagi Mufrianto dan isteri menyelamatkan barang-barang berharga, keselamatan mesti yang utama.

"Air sungai besar teriak teman saya, spontan saya ambil senter dan langsung bangunkan isteri dan berlari menyelamatkan diri," kata Mufrianto.

Suasana semakin mencekam, listrik padam, yang terdengar hanyalah suara gemuruh air besar. Isteri Mufrianto yang mencoba menyelamatkan diri terjepit disebuah pintu mobil yang didorong oleh derasnya air.

"Pas lari saya lihat kebelakang isteri saya tidak ada, saya senterin ternyata terjepit dia pintu mobil, lalu saya balik lagi menyelamatkanya," terang Mufrianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini