Banjir Lahar Dingin di Sumbar Pantas Jadi Bencana Nasional, Anggota DPR: Padang Terkepung!

Anggota DPR RI Guspardi Gaus meminta agar bencana banjir bandang bercampur lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar), ditetapkan sebagai bencana nasional.

Riki Chandra
Selasa, 14 Mei 2024 | 17:58 WIB
Banjir Lahar Dingin di Sumbar Pantas Jadi Bencana Nasional, Anggota DPR: Padang Terkepung!
Proses evakuasi korban banjir lahar dingin di Kabupaten Agam. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Anggota DPR RI Guspardi Gaus meminta agar bencana banjir bandang bercampur lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar), ditetapkan sebagai bencana nasional.

Menurutnya, bencana itu merupakan peristiwa yang memprihatinkan karena selain timbulnya puluhan korban, sejumlah akses antar kota dan kabupaten di wilayah Sumatera tertutup.

"Padang terkepung tidak bisa masuk akses masyarakat ke Kota Padang, dan kemarin Jalan Padang-Pekanbaru juga tertutup," kata Guspardi, Selasa (14/5/2024).

Dia meminta pemerintah turun tangan guna mengatasi permasalahan yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang tersebut.

"Kepada Pimpinan DPR untuk bisa menyikapi apa yang saya sampaikan ini, mudah-mudahan saya sangat berharap kecekatan dari pemerintah pusat dalam menyikapi ini," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Rahmad Gobel menyampaikan Pimpinan DPR RI menyatakan turut prihatin atas sejumlah bencana yang menerpa berbagai wilayah di tanah air akhir-akhir ini.

"Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu," katanya.

Sejauh ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban banjir lahar hujan Gunung Marapi yang melanda lima kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar) kembali bertambah enam orang sehingga total menjadi sebanyak 50 orang korban.

"Update informasi terbaru berdasarkan laporan yang kami terima," kata Kepala BNPB Suharyanto.

Rinciannya, dua orang meninggal dunia dari Kota Padang Panjang, 20 orang korban dari Kabupaten Agam, 19 orang Kabupaten Tanah Datar, satu orang Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman sebanyak delapan orang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini