SuaraSumbar.id - Dua orang tewas dalam kecelakaan selama Operasi Ketupat Singgalang di wilayah hukum Polres Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Operasi tersebut berlangsung selama 13 hari sejak tanggal 4 hingga 16 April 2024.
Kasat Lantas Polres Agam Iptu Fifzen Finot mengatakan, tercatat 4 kasus kecelakaan selama Operasi Ketupat Singgalang. Dari jumlah tersebut, 2 orang korban meninggal dunia. Kemudian, luka berat tiga orang dan kerugian Rp 7 juta.
Dua korban meninggal dunia atas nama Muhammad Ragil (15) warga Agam dan korban mengalami kecelakaan di kawasan Sport Center Kecamatan Lubuk Basung, Rabu (10/4/2024). Kemudian, korban Nurani (72) warga Kabupaten Pasaman, mengalami kecelakaan di Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Sabtu (14/4/2024).
"Kendaraan (terlibat kecelakaan) masih kita amankan di Mapolres Agam," katanya.
Ia mengakui kasus kecelakaan selama Operasi Ketupat Singgalang itu turun 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, karena pada 2023 kecelakaan sebanyak enam kasus.
Untuk korban meninggal dunia sama dengan tahun sebelumnya, luka berat naik 100 persen, karena tahun sebelumnya tidak ada, luka ringan turun 100 persen, karena tahun sebelumnya enam orang.
"Kerugian material turun 42 persen, karena tahun sebelumnya kerugian mencapai Rp12 juta," katanya.
Sementara Kepala Jasa Raharja Lubuk Basung Doni Martadian menambahkan santunan untuk korban meninggal dunia atas nama Muhammad Ragil telah diserahkan kepada orang tua almarhum sebesar Rp50 juta pada Selasa (16/4).
Untuk korban atas nama Nurani pencairan santunan oleh Jasa Raharja tempat domisili korban.
"Kita juga menanggung seluruh biaya berobat bagi korban luka berat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung," katanya. (Antara)