Mereka menekankan bahwa tindakan Israel adalah bentuk kezaliman, bukan mereka yang menjadi korban.
"Mereka (Israel)-lah yang telah berbuat zalim, bukan kami," kata Abu el-Tarabeesh, menunjukkan kemarahan terhadap manipulasi teks suci ini.
Tafsir lebih lanjut menjelaskan bahwa Nabi Nuh AS berusaha dengan sabar dan ketabahan untuk mengajak kaumnya beriman, namun hanya sedikit yang merespon positif.
Kisah ini, yang juga dijelaskan dalam Surat Hud, menekankan pentingnya kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi tantangan.
Baca Juga:Israel 'Pelintir' Surah Al-Ankabut, Ini Tafsir Sebenarnya Menurut Quraish Shihab
Riwayat dari al-Hakim tentang Nabi Nuh AS, yang dikutip dari Ibnu Abbas, menggambarkan periode panjang dakwah dan kehidupan Nabi Nuh setelah banjir, yang menandai kelanjutan kehidupan manusia di bumi.
Penggunaan ayat Alquran oleh Israel dalam konteks ini menimbulkan pertanyaan etis dan agama yang kompleks, mengingatkan pada sensitivitas dalam menggunakan teks-teks agama dalam konteks politik dan militer.
Ini juga memicu diskusi lebih lanjut mengenai konteks tafsir dan penerapan ayat dalam kehidupan nyata, terutama di tengah konflik yang berkelanjutan.
Kontributor : Rizky Islam
Baca Juga:Israel Sebar Selebaran Berisi Ayat Alquran, Apa Makna Surah Al Ankabut?