Gubernur Sumbar Sebut Pelaku Bullying Tak Pancasilais, Ini Alasannya

Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa orang-orang yang suka melakukan tindakan perundungan atau bullying adalah orang yang tidak Pancasilais.

Riki Chandra
Selasa, 03 Oktober 2023 | 08:49 WIB
Gubernur Sumbar Sebut Pelaku Bullying Tak Pancasilais, Ini Alasannya
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. [Dok.Humas Pemprov Sumbar]

SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa orang-orang yang suka melakukan tindakan perundungan atau bullying adalah orang yang tidak Pancasilais.

Hal itu dinyatakan Mahyeldi mengomentari fenomenal kasus bullying yang makin sering terjadi di Indonesia.

"Akar dari perundungan itu adalah karena tidak memiliki rasa saling menghargai, tidak menghormati, dan minim toleransi. Semua nilai-nilai itu ada dalam Pancasila. Karena itu orang yang suka merundung adalah orang yang tidak Pancasilais," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (3/10/2023).

Menurut Mahyeldi, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila saat ini sudah mulai memudar, terutama di kalangan generasi muda.

Baca Juga:Bikin Adiknya Memar, Kakak Korban Bullying di Cilacap Minta Keadilan: Sekelas Anak SMP Sangat Brutal

"Bahkan ada yang sudah tidak hafal lima sila dalam Pancasila. Tentu sulit mengharapkan mereka bisa mengenal nilai-nilai di dalamnya," ujar Mahyeldi.

Khusus untuk Sumatera Barat, ia menyebut Pancasila sebenarnya sudah lekat dengan keseharian masyarakat. Semua sila dalam Pancasila diamalkan oleh masyarakat Minangkabau karena sejalan dengan adat budaya yang berfalsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".

"Falsafah hidup orang Minangkabau sudah jelas sejalan dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan itu telah menjadi keseharian dalam lingkungan sosial masyarakat," ujarnya.

Demikian juga dengan sila kedua, ketiga, hingga kelima. Semua sudah sejalan dengan nilai adat dan budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Minangkabau.

"Karena itu, orang Minangkabau seharusnya jauh dari sikap yang suka melakukan perundungan," katanya.

Baca Juga:Bikin Warganet Kesal! Begini Tampang Jelas Pelaku Bullying Siswa SMP di Cilacap

Namun kalau kasus itu tetap terjadi di Sumbar, maka ia menilai selain nilai-nilai Pancasila yang memudar, pemahaman generasi muda tentang adat dan budaya sendiri juga sudah mulai luntur.

"Perlu upaya bersama untuk kembali mengenalkan nilai-nilai itu kepada generasi muda sebagai pedoman untuk mengarungi kehidupan," ujarnya.

Ia menyebut Pemprov Sumbar memiliki Dinas Kebudayaan yang salah satunya tugasnya untuk menggali dan meningkatkan kembali pemahaman masyarakat tentang kearifan yang terkandung dalam adat dan budaya.

"Kita berharap, melalui Dinas Kebudayaan ini, generasi muda Sumbar kembali bisa mengenal budaya sendiri, mengenal Pancasila sehingga tidak ada lagi terjadi lagi kasus perundungan," katanya.

Selain itu melalui Dinas Pendidikan, kata dia, juga dilakukan pembinaan kepada siswa tingkat SLTA, salah satunya dengan melaksanakan wirid remaja 2 kali dalam sebulan di masjid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini