Sementara itu, Bupati Solok, Epyardi Asda, juga membenarkan peristiwa itu. Pihaknya mengaku masih menelusuri akar persoalan itu. Ia mengaku sedang berada di luar kota saat keributan itu terjadi.
"Nggak tau. Kita lagi di Jakarta. Iya biasalah, kepala menegur bawahan kan biasa saja. Bukan ribut," katanya saat dihubungi SuaraSumbar.id, Jumat (5/5/2023) malam.
Hanya saja, Epyardi mengaku belum mengetahui siapa kadis yang sedang cekcok dengan stafnya tersebut. "Saya belum tahu ya, nanti saya cek dulu," katanya.
Kontributor : B Rahmat
Baca Juga:Pemprov Sumbar Alokasikan Rp 112 Miliar untuk Pembangunan Solok Selatan