Festival Pamalayu, Menjaga Peradaban Dharmasraya Lewat Atraksi Budaya

Arung Pamalayu menjadi puncak kemeriahan Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi, Selasa (23/8/2022).

Riki Chandra
Jum'at, 30 Desember 2022 | 07:50 WIB
Festival Pamalayu, Menjaga Peradaban Dharmasraya Lewat Atraksi Budaya
Arung Pamalayu menjadi puncak Festival Pamalayu 2022. [Suara.com/B Rahmat]

Archa Budha, Prasasti Lempeng Timah hingga Wadah Penetes Air, dipamerkan dari balik kaca bening. Menurut pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumbar artefak kuno tersebut diperkirakan sudah berusia 1.300 hingga 1.400 tahun. Semua artefak kuno yang ditampilkan BPCB di Festival Pamalayu itu berhubungan erat dengan sejarah Dharmasraya.

Tak sekadar menghibur masyarakat dengan berbagai atraksi budaya, para siswa juga ikut dilibatkan belajar menyelamatkan cagar budaya yang masih tertimbun dalam tanah di kawasan Candi Pulau Sawah.

Para siswa ikut menggali tanah-tanah tempat di kawasan candi tersebut. Sebelum belajar, mereka melihat dahulu pameran artefak peninggalan Kerajaan Melayu Dharmasraya yang juga dikelola BPCB Sumbar.

“Sebelum menggali, para siswa kami beri informasi tentang artefak dalam pameran yang sebagian besar ditemukan di area Candi Pulau Sawah,” kata tim kelompok kerja pengamanan, penyelamatan dan zonasi BPCB Sumbar, Dodi.

Baca Juga:Asri Welas Ungkap Indra Bekti yang Masih Ingat Dengan Pekerjaannya Usai Jalani Operasi

Pelibatan pelajar ini bagian dari cara BPCB Sumbar memberikan pengetahuan sejarah kepada siswa tentang cara menemukan artefak kuno di Dharmasraya. Salah satunya dengan proses ekskavasi.

"Kami mengemas sekolah lapangan agar para pelajar bisa mengetahui cara melakukan ekskavasi terhadap cagar budaya yang masih tertimbun," tuturnya.

Dengan ikut merasakan sensasi ekskavasi, pelajar memiliki pengetahuan dan pengalaman bahwa proses pengungkapan jejak-jejak peradaban masa lalu yang tersimpan di bawah tanah tidak mudah. Perlu kehati-hatian dan proses panjang dalam mengungkapkannya.

Di sisi lain, Pemkab Dharmasraya juga mengenalkan ratusan ragam kuliner khas produk UMKM warga setempat. Paling tidak, selama sepekan pelaksanaan Festival Pamalayu, roda perekonomian masyarakat bergerak cepat. Pada akhirnya, festival hanyalah sebuah pesta. Peran dan fungsinya akan berarti jika pesan yang dibawanya mampu menggerakkan semua pihak ikut terlibat untuk lebih baik.

Kontributor : B Rahmat

Baca Juga:Jokowi Perintahkan TNI Serang dan Bumi Hanguskan Australia, Benarkah?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini