"Sungai di Dharmasraya ini panjang dan besar. Sungai ini memiliki peran penting bagi kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakatnya," katanya.
Mengembalikan Kejernihan Batanghari
Menurut Gusti Asnan, hampir semua orang tahu bahwa peradaban Dharmasraya itu sebetulnya berawal tumbuh di kawasan pinggiran sungai Batanghari, terutama pada periode awal kerajaan Dharmasraya. Bahkan sampai era revolusi dan perang Kemerdekaan RI.
"Sungai Batanghari telah mewarnai peradaban melayu dan peradaban Dharmasraya itu sendiri. Seperti yang saya katakan tadi, tumbuh dan berkembangnya peradaban itu berawal dari sungai," tuturnya.
Baca Juga:Asri Welas Ungkap Indra Bekti yang Masih Ingat Dengan Pekerjaannya Usai Jalani Operasi
Guru besar sejarah itu berpendapat bahwa fungsi sungai di daerah Sumbar memang berdasarkan lokasinya masing-masing. Di bagian barat wilayah Sumbar, peran historis sungai relatif minim. Namun, fungsi ekonomisnya, terutama untuk pengairan sangat penting dan diperlukan.
Sementara sungai di bagian timur, mulai dari Pasaman, Limapuluh Kota, Tanah Datar hingga Sijunjung dan Dharmasraya, memiliki peran yang besar dalam kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
"Di masa lalu, peradaban, kebudayaan dan aktivitas politik orang-orang Pasaman, Tanah Datar sampai Sijunjung dan Dharmasraya, sangat ditentukan oleh sungai," tuturnya.
Ia pun mengaku miris dengan kondisi fisik aliran Batanghari saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut secara tidak langsung juga merusak konteks historis sungai di Dharmasraya itu.
"Itu (kerusakan sungai) dipicu pemanfaatan secara ilegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mungkin tambang emas dan sebagainya. Pembabatan hutan juga memicu pencemaran air sungai hingga membuka ruang musibah banjir dan longsor," katanya.
Baca Juga:Jokowi Perintahkan TNI Serang dan Bumi Hanguskan Australia, Benarkah?
Gusti Asnan berharap upaya Pemkab Dharmasraya dan Pemprov Sumbar mengembalikan kejernihan Batanghari berjalan baik. Menurutnya, menyelamatkan sungai Batanghari adalah bagian dari menjaga sejarah peradadan masyarakat Dharmasraya.