-
Panduan analisis unsur intrinsik karya fiksi kelas 8.
-
Contoh penilaian novel populer sesuai Kurikulum Merdeka.
-
Referensi belajar mandiri tanpa menggantikan proses analisis.
SuaraSumbar.id - Pembahasan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 121 menjadi salah satu materi yang banyak dicari siswa dan orang tua. Materi ini berkaitan langsung dengan tugas penilaian karya fiksi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 Kurikulum Merdeka.
Melalui tugas ini, siswa diajak memahami secara mendalam unsur-unsur pembangun cerita fiksi, mulai dari tema, tokoh, latar, alur, hingga amanat.
Pada Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 121, siswa diminta mengingat karya fiksi yang pernah dibaca, lalu menuliskan hasil penilaiannya dalam sebuah tabel. Penilaian tersebut menekankan kemampuan analisis, bukan sekadar ringkasan cerita. Karena itu, pemahaman unsur intrinsik karya sastra menjadi kunci utama dalam menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Artikel berikut menyajikan contoh penilaian karya fiksi yang dapat dijadikan referensi belajar mandiri. Contoh ini sekaligus membantu siswa memvalidasi hasil analisis mereka, tanpa menghilangkan proses berpikir kritis yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka.
Contoh pertama adalah novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Tema yang diangkat berfokus pada pendidikan dan perjuangan hidup anak-anak di daerah terpencil Belitung. Penokohan digambarkan sangat kuat, terutama tokoh Lintang dan Ikal yang memiliki semangat belajar tinggi meski hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Latar tempat dituturkan secara detail, menghadirkan suasana sekolah Muhammadiyah yang sederhana namun penuh semangat. Alur cerita menggunakan alur maju dengan gaya bahasa puitis dan mudah dipahami. Amanat yang disampaikan menekankan pentingnya mimpi, keberanian berjuang, serta nilai persahabatan.
Contoh kedua berasal dari novel Matahari karya Tere Liye. Tema petualangan dunia paralel dengan sentuhan fiksi ilmiah menjadi daya tarik utama. Tokoh Raib, Seli, dan Ali dikembangkan secara konsisten, dengan persahabatan sebagai inti cerita.
Latar “Klan Bintang” digambarkan futuristik dan sarat teknologi. Alur maju yang cepat dan penuh kejutan membuat cerita terasa dinamis. Amanatnya menekankan kerja sama tim, keberanian menghadapi ketakutan, dan semangat mencari ilmu.
Contoh ketiga adalah Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq. Tema romansa remaja dengan nuansa nostalgia tahun 1990-an terasa kuat.
Tokoh Dilan tampil unik dan ikonik melalui gaya bicara yang khas. Latar Kota Bandung tahun 1990 digambarkan detail, sementara alur mundur digunakan melalui sudut pandang kenangan Milea. Amanatnya berkaitan dengan kesederhanaan dalam mencintai dan menghargai kenangan.
Sebagai penutup, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 121 ini disusun sebagai referensi belajar. Siswa tetap diharapkan melakukan analisis mandiri agar tujuan pembelajaran penilaian karya fiksi dapat tercapai secara optimal.