Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memacu pengembangan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat infrastruktur pelabuhan sebagai gerbang transportasi laut dari semua sektor.
Kawasan laut Indonesia sangat strategis karena berada diantara benua Asia dan Australia, serta samudera Pasifik dan Hindia. Bahkan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sering menyebutkan bahwa 40 persen rute perdagangan dunia yang 90 persen melalui jalur laut, melewati wilayah Indonesia.
Merger Pelindo membawa misi besar dalam dunia pelabuhan. Mulai dari menekan ongkos logistik, transformasi tata kelola perusahaan, peningkatan SDM dan tentunya terintegrasi. Kemudian, konektivitas laut hingga keamanannya pun bisa diwujudkan secara menyeluruh.
Menteri BUMN Erick Thohir juga mendorong agar Pelindo menjadi operator pelabuhan berkinerja kelas dunia. Keberhasilan menghubungkan belasan ribu pulau di nusantara akan memacu pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
Baca Juga:Genjot Nilai Tambah, SIG dan Pelindo Teken Kerjasama Operasional dan Pengembangan Usaha
Menurutnya, merger Pelindo adalah amanah dari Presiden Jokowi untuk memajukan bangsa, termasuk cita-cita menyatukan BUMN industri pelabuhan, seperti bersatunya Pelindo I, II, III dan IV saat ini.