Namun, bagi Ms. Tran, kewaspadaan Chau bodoh dan membuatnya marah. “Lagipula saya perempuan, pertama kali bertemu dengannya, dia membiarkan saya mencarinya, kenapa begitu?”, ungkap wanita itu.
Keduanya memang belum pernah bertemu sampai menikah. Ketika waktunya tiba, Chau bertanya kepada istrinya apakah ia ingin makan mie, yang membuatnya semakin kesal.
Meski sudah berusia 49 tahun, Tran masih ingin seseorang memanjakannya. Jika tidak ada candlelight dinner, setidaknya makan di luar di restoran mewah untuk menikmati momen bulan madu.
Yang paling mendesak bagi Tran adalah pada hari ketiga pasca pernikahannya. Sebab tidak membawa kunci, ia harus menunggu suaminya selama 2 jam di luar pintu.
Baca Juga:Buntut Sering Dipaksa Menikah Orang Tua, Gadis 27 Tahun Alami Kecemasan Parah hingga Mati Rasa
Ia pikir suaminya akan mengajukan pertanyaan dan kekhawatiran, seperti "apakah kamu kedinginan?", "lapar?". Namun, nyatanya tidak sama sekali, bahkan Chau tidak mengatakan sepatah kata pun.
Dengan sangat marah, Tran memberi tahu sang suami bahwa ia akan pulang ke rumahnya esok hari. Namun, Chau justu provokatif dengan mengatakan "Kalau begitu jangan kembali lagi".
Tran tidak ingin keributan seperti itu, ia hanya mengharapkan bisa berbaikan dengan suaminya. Harapan yang gagal terwujud membuatnya pergi ke stasiun pada pagi hari.
Adapun Chau, pikirnya, menunggu istrinya tenang, lalu bicara satu sama lain dan bisa berbaikan. Jadi setelah Tran pulang, ia ingin menyelamatkan perasaannya dengan mengirimi sang istri amplop merah 200 yuan pada hari ulang tahunnya.
Namun, Tran mengatakan bahwa pernikahan itu sudah salah sejak awal sehingga terasa hambar. Mereka menikah tanpa landasan emosional sebelumnya, tanpa saling memberi waktu untuk saling memahami, dan menjadi dewasa setelah menikah. (Suara.com)
Baca Juga:Akibat Sering Dipaksa Menikah oleh Orangtua, Gadis 27 Tahun Ini Alami Kecemasan Parah