Sementara itu, anak lain yang berusia 11 tahun telah mendapatkan vaksin Covid-19 dan hepatitis secara lengkap.
Faktanya, hingga saat ini tidak ada bukti yang menguatkan bahwa kasus hepatiti yang mereka alami disebabkan oleh vaksin Covid-19 atau pun vaksin yang lain.
Melansir idntimes.com, Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tamizi juga mengatakan klaim vaksin Covid-19 yang diturunkan melalui ASI merupakan informasi yang salah.
Lebih lanjut, vaksin Covid-19 tidak terbukti mempengaruhi kandungan ASI.
Baca Juga:Tak Berbeda Jauh dengan Covid-19, Kenali Definisi Kasus Hepatitis Akut: OTG Hingga Konfirmasi
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka informasi hepatitis akut pada balita yang disebabkan oleh ASI dari ibu yang divaksinasi Covid-19 adalah salah atau tidak benar.
Informasi yang telah tersebar tersebut masuk ke dalam kategori hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].
Baca Juga:CEK FAKTA: Penyebab Hepatitis Akut pada Balita karena ASI dari Ibu yang Divaksin Covid-19, Benarkah?