Dia juga mengkritik Gubernur Mahyeldi yang tidak menjelaskan secara langsung kepada ulama.
“Apakah kalau ulama ingin bicara harus datang 'manjalang'? Tak bisakah menggunakan alat komunikasi? Apakah semua harus dengan sespri?” tutur Buya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan kepada Budiman untuk menjelaskan perihal tersebut kepada MUI Sumbar.
“Kalau saudara mau berhujjah dengan MUI Sumbar, saya tunggu saudara di Kantor MUI Sumbar atau di Surau saya.
Kalau saudara tetap membawa ini ke ranah politik, akan saya hadapi dan akan saya bongkar seluruh perlakuan selama ini kepada MUI Sumbar. Bagi saya, ini masalah aqidah dan saya tak akan mundur setapak pun. Itu sikap saya,” tegas Buya Gusrizal.

Untuk diketahui, nama Kendi Nusantara merupakan wadah air dan tanah secara simbolis wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua.
Sedangkan, air dan tanah gambaran kearifan lokal dari setiap daerah di Indonesia yang disatukan dalam Kendi Nusantara di IKN.
Adapun penggunaan kendi, selain sebagai wadah untuk menyimpan air, juga merupakan bagian dari budaya Indonesia yang kerap digunakan dalam berbagai prosesi sakral untuk perlengkapan ritual sosial budaya dan keagamaan di Indonesia.
Dalam agenda Kendi Nusantara, setiap gubernur di Indonesia diminta Presiden Jokowi membawa air dan tanah yang merepresentasikan wilayah-wilayah yang ada di Indonesia.
Tagar Ritual Syirik
Sebelumnya di jagat maya, ritual Kendi Nusantara menjadi polemik di tengah masyarakat. Banyak warganet yang kontra dengan kegiatan ritual tersebut.