Jangan Menahan Bersin, Ini Alasannya

Bersin merupakan cara tubuh membersihkan iritasi akibat kuman, serbuk sari atau debu dari hidung.

Riki Chandra
Jum'at, 11 Maret 2022 | 13:15 WIB
Jangan Menahan Bersin, Ini Alasannya
Ilustrasi bersin. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Bersin merupakan cara tubuh membersihkan iritasi akibat kuman, serbuk sari atau debu dari hidung dan tenggorokan dengan mengeluarkan puluhan ribu droplet dari hidung hingga 100 mil per jam. Hal itu dinyatakan American Lung Association.

Saat berada di tempat umum, bersin bisa membuat orang dan bahkan Anda sendiri tak nyaman. Tetapi, adakah kerugian menahan bersin? Ada dan beberapa di antaranya bisa serius.

Menutup saluran udara Anda saat bersin dapat memberi tekanan hingga 20 kali lebih banyak pada saluran udara Anda dibandingkan dengan hanya mengeluarkan bersin, menurut sebuah ulasan di American Journal of Rhinology & Allergy pada Mei 2019.

Menahan kekuatan bersin juga dapat menyebabkan perasaan penuh yang tidak nyaman di dada Anda. Ini tidak berbahaya, tetapi mungkin membuat Anda tak nyaman.

Baca Juga:5 Ciri-ciri Gejala Omicron Paling Banyak Dikeluhkan: Sakit Kepala, Bersin-bersin hingga Batuk

"Anda memberi tekanan pada diafragma Anda, otot di dada yang membantu bernapas. Anda mungkin juga mengalami tekanan di dada, di tulang rusuk," kata ahli THT di Oradell, New Jersey, Jason Abramowitz, MD, seperti dikutip dari Livestrong, Jumat (11/3/2022).

Masalah pada gendang telinga bisa menjadi efek nyata, bisa termasuk kemungkinan dampak menahan bersin.

"Hidung dan telinga kita dihubungkan oleh saluran eustachius. Jika Anda menahan bersin, akan ada peningkatan tekanan di hidung, yang akan mengalir ke telinga melalui saluran eustachius, bisa menyebabkan trauma di gendang telinga," ujar Abramowitz.

Anda bersin karena pilek? Ada kemungkinan lendir yang berisi virus atau bakteri dapat berpindah dari hidung Anda, melalui saluran eustachius, dan ke telinga Anda, menurut Cleveland Clinic.

Bersin memberikan banyak tekanan dan mencoba menahannya dapat menyebabkan kapiler di mata, hidung, atau gendang telinga pecah. Anda mungkin melihat bintik merah di bola mata atau bahkan mimisan.

Baca Juga:Kenali Ciri-ciri Gejala Omicron Paling Mudah Dirasakan, Salah Satunya Sering Bersin, Cepat PCR

Jadi, lebih baik membiarkan bersin Anda keluar daripada menahannya. Kemudian agar bersin Anda tidak berubah menjadi peristiwa penyebar penyakit, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan untuk menutup mulut dan hidung Anda dengan tisu.

Setelah itu, buang tisu dan cuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer.

Jika tisu tidak tersedia, gunakan siku Anda dan menjauh dari orang lain saat Anda melakukannya, jika memungkinkan.

Lalu, jika Anda benar-benar harus menahan bersin, cobalah untuk tidak memegang lubang hidung Anda terlalu erat karena akan menyebabkan tekanan yang lebih tinggi di hidung dan meningkatkan ketidaknyamanan. Setelahnya, cuci tangan Anda. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini