SuaraSumbar.id - Ernest Prakasa menolak wacana dan ulasan penundaan Pemilu 2024. Dia juga menegaskan tidak akan mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tiga periode.
"Saya dukung Jokowi di 2014. Saya dukung lagi di 2019. Tapi untuk periode 3, maaf nggak dulu," ujar Ernest Prakasa, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Kamis (3/3/2022).
Ia juga menambahkan bahwa konstitusi tidak boleh diubah hanya untuk kepentingan perorangan saja.
Karena hal ini tidak akan menjadi hal yang baik untuk masa depan negara Indonesia.
"Betul, konstitusi bukan kitab suci. Tapi menurut saya, mengubahnya demi mengakomodir satu figur, bukan sebuah preseden yang baik untuk masa depan," ujarnya lagi.
Penolakan ini pun sudah dilakukan oleh beberapa petinggi negara. Salah satunya yaitu Surya Paloh serta Hidayat Nur Wahid.
Lebih lanjut Hidayat Nur Wahid juga meminta Presiden Jokowi untuk usulan tersebut. Sehingga tidak akan muncul adanya wacana-wacana serupa di masa depan.
Hidayat Nur Wahid pun juga mengatakan bahwa penundaan ini tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya.
"Apalagi usulan pemunduran pemilu itu tidak sesuai dengan kesepakatan pada 31 Januari 2022 antara KPU dengan Pemerintah dan Komisi II DPR yang di dalamnya ada perwakilan dari seluruh fraksi dan partai yang ada di DPR bahwa Pemilu 2024 tidak dimundurkan melainkan akan tetap dilaksanakan pada 14 Februari 2024,” ujar Wakil Ketua MPR tersebut.
Usulan untuk menunda pemilu 2024 sudah banyak dilontarkan oleh berbagai pihak. Kebanyakan dari pihak tersebut merupakan anggota dari suatu partai politik.
Presiden Jokowi pun telah menolak usulan tersebut. Namun, masih saja ditemui wacana-wacana serupa pada beberapa kelompok masyarakat.
Pemilu 2024 ini jika tidak ditunda seharusnya akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 yang akan datang.