Bantah Siswi Dibully, Kepala SMK Budi Mulia Solok Beberkan Fakta Video Viral Pria Ngamuk yang Ternyata Alumni

Kepala SMK Budi Mulia Solok, Irtitis, meluruskan persoalan video viral yang menyebutkan bahwa siswi di sekolahnya dibully teman sekelas.

Riki Chandra
Jum'at, 18 Februari 2022 | 18:04 WIB
Bantah Siswi Dibully, Kepala SMK Budi Mulia Solok Beberkan Fakta Video Viral Pria Ngamuk yang Ternyata Alumni
Kepala SMK Budi Mulia Solok, Irtitis. [Dok.Istimewa]

"Polisi sudah datang, kata polisi tidak ada unsur bulli," terangnya.

Selain itu, Irtitis juga membantah tudingan pihak sekolah merekayasa nilai si perekam video ketika dia gagal dalam seleksi bidik misi di kampus yang diinginkannya.

"Wajibkah juara satu lulus SNMPTN? Kan tidak. mungkin saingannya lebih baik. Anak saya saja juara satu juga, tidak lulus SNMPTN dan bidik misi," terangnnya.

Sebelumnya, video seorang pria mengamuk dan meminta adiknya dikeluarkan dari sebuah sekolah, viral di media sosial TikTok. Video tersebut diposting akun @Suthan Pamenan, Jumat (18/2/2022).

Baca Juga:Viral Video Pria Marah-marah Serang Guru Sekolah di Solok, Sebut Adiknya Dibully dan Minta Dikeluarkan

Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak menunjuk-nunjuk seorang guru laki-laki di sekolah tersebut sambil terus mengomel. Menurutnya, para guru membiarkan adiknya yang bersekolah di sana dibully. Atas dasar itu, dia meminta agar adiknya segera dikeluarkan dari SMK Budi Mulia itu.

“Tugas kalian sebagai guru apa di sini? Masa murid kalian yang dibully teriak-teriak di atas kalian gak dengar,” katanya.

“Apa gunanya kalian di sini, makan gaji buta,” sambung pemuda itu lagi.

"Mau memviralkan kamu? Mau keluar adiknya kan? Sini," kata guru lelaki yang ditunjuk-tunjuk pria perekam video.

Sambil menaiki tangga lantai 2 sekolah, si pria tersebut terus marah-marah. Dia bahkan menyebut nilainya pernah diacak-acak di sekolah tersebut. Akibatnya, dia tidak diterima di kampus yang diinginkannya.

Baca Juga:Rumah Impian, Penyeka Air Mata Selepas Badai PHK

"Waktu itu saya dapat bidik di UNP, saat verifikasi nilai rapor, nilai saya direkaya. Padahal, saya selalu rangking satu di sini," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini