alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keren, Bekas Pabrik Seng Ternama di Padang Disulap Jadi Ruang Kreatif Publik

Riki Chandra Kamis, 13 Januari 2022 | 15:09 WIB

Keren, Bekas Pabrik Seng Ternama di Padang Disulap Jadi Ruang Kreatif Publik
Bekas pabrik seng milik Polyguna Nusantara/Tropical Multi Co segera dijadikan tempat usaha kreatif. [Suara.com/B. Rahmat]

Bekas pabrik seng milik Polyguna Nusantara/Tropical Multi Co, disulap menjadi ruang kreatif publik.

SuaraSumbar.id - Bekas pabrik seng milik Polyguna Nusantara/Tropical Multi Co, disulap menjadi ruang kreatif publik. Lokasi pabrik seng ternama itu berada di Jalan Prof Hamka KM 9,5 Kota Padang dengan luas 1,1 hektare.

Co-founder M Bloc Group mengatakan, bekas pabrik itu nantinya akan direnovasi menjadi Fabriek Bloc, sebuah ruang kreatif publik terbaru persembahan M Bloc Group (PT Radar Ruang Riang).

"Akan segera direhap dan akan dijadikan ruang kreatif publik bagi berbagai acara seni, budaya, hiburan, niaga, sekaligus lab inkubator talenta lokal, hingga pemberdayaan bisnis UKM/UMKM yang terkurasi," katanya, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, kehadiran Fabriek Bloc di Padang memiliki misi yang kongkret, memperkuat ekosistem kekuatan kreatif lokal dengan para pemangku kepentingan yang akan saling memberdayakan.

Baca Juga: Satu Kuncup Bunga Langka Rafflesia Arnoldii Mekar Sempurna di Hutan Palupuh Agam

"Kolaborasi adalah kunci. Pabrik boleh beralih fungsi namun mesin kreatif harus terus menyala dimana-mana," katanya, Kamis (13/1/2022).

Disisi lain, Direktur Fabriek Bloc sekaligus pemilik lahan, Edward Kusma mengaku Fabriek Bloc memanfaatkan aset bekas pabrik seng
ternama Polyguna Nusantara yang telah berdiri sejak 1971 dan memproduksi beragam jenis seng untuk mensuplai kebutuhan atap jutaan rumah maupun gedung di Sumatra Barat dan Pekanbaru.

Diakuinya, pabrik seng dimasa jayanya pernah mencetak rekor produksi hingga 100.000 lembar seng per hari yakni pada
pertengahan 1997. Kemudian kepemilikannya beralih kepada Tropical Multi Co yang meneruskan proses produksi hingga 2016.

“Kota Padang identik dengan sejarahnya dan salah satu kota terpenting di Indonesia. Sejak dulunya sudah banyak seniman, pemikir, sastrawan dan juga negarawan," jelasnya.

Kemudian terkait proyek renovasi bangunan ini merupakan amanah dari ayahnya sejak pabrik itu berhenti. Dimana ayahnya adalah seorang perantau yang lahir di kota Padang dan sudah menetap di Jakarta.

Baca Juga: Pemuda yang Tewaskan Pelajar Pakai Samurai di Padang Diciduk, Polisi Didesak Bongkar Prostitusi Online di Sumbar

"Usia bangunan itu telah mencapai 50 tahun, maka dirinya mengumumkan dimulainya proses renovasi," tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait