facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mantan Kepala Keamanan Kazakhstan Ditangkap, Diduga Berkhianat

Riki Chandra Sabtu, 08 Januari 2022 | 19:06 WIB

Mantan Kepala Keamanan Kazakhstan Ditangkap, Diduga Berkhianat
Karim Massimov, ketua Komite Keamanan Nasional Kazakhstan. [Dok.Antara]

Mantan Kepala Komite Keamanan Nasional (NSC) Kazakhstan, Karim Massimov, ditangkap pihak berwenang Kazakhstan, Sabtu (8/1/2022).

SuaraSumbar.id - Mantan Kepala Komite Keamanan Nasional (NSC) Kazakhstan, Karim Massimov, ditangkap pihak berwenang Kazakhstan, Sabtu (8/1/2022). Dia diduga melakukan tindakan pengkhianatan.

Massimov dipecat pekan ini ketika aksi protes merebak di negara Asia Tengah itu. Dia ditahan bersama sejumlah pejabat lain, kata NSC lewat sebuah pernyataan.

Pernyataan itu tidak menyebut nama-nama pejabat lain tersebut atau menjelaskan lebih lengkap.

Seperti diketahui, puluhan orang tewas dan gedung-gedung publik di Kazakhstan digeledah dan dibakar dalam serangkaian kekerasan terburuk yang dialami negara bekas Uni Soviet itu selama 30 tahun kemerdekaannya.

Baca Juga: Diduga Berkhianat, Eks Pejabat Keamanan Karim Massimo Kazakhstan Ditangkap

Dalam aksi kekerasan yang berlangsung beberapa hari itu, pasukan keamanan tampaknya telah mengambil alih jalan-jalan di kota utama Kazakhstan pada Jumat.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev yang didukung Rusia mengatakan dia telah memerintahkan tentara untuk menembak mati perusuh guna memadamkan pemberontakan di seluruh negeri.

Atas undangan Tokayev, aliansi militer pimpinan Rusia telah dikerahkan di saat ketegangan hubungan Timur-Barat meningkat.

Rusia dan Amerika Serikat tengah bersiap menggelar pembicaraan tentang krisis Ukraina pekan depan.

Massimov dikenal luas sebagai sekutu dekat mantan presiden Nursultan Nazarbayev. Dia telah dua kali menjadi perdana menteri dan pernah ditugaskan sebagai kepala sekretariat presiden di bawah Nazarbayev.

Baca Juga: Perusuh Tanpa Peringatan, Presiden Kazakhstan Tegas Perintahkan Tembak Mati

Nazarbayev, 81 tahun, merupakan penguasa paling lama di negara pecahan Soviet itu sebelum menyerahkan jabatan presiden kepada Tokayev pada 2019.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait